Berita

puan maharani/ist

PILPRES 2014

Puan Maharani: PDIP Sudah Siapkan Tokoh Muda untuk Pilpres

RABU, 11 APRIL 2012 | 15:07 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, menanggapi perdebatan publik seputar dikotomi tua-muda calon presiden RI di Pilpres 2014. Polemik itu bermula dari pernyataan Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP, Taufik Kiemas.

Menurut Puan, perdebatan yang dibuka ayah kandungnya itu bukan cuma mempermasalahkan siap tidaknya parpol, termasuk PDIP, mengusung kaum muda.

"Bukan soal siap atau tidak siap. Tapi kita punya tidak calon pemimpin yang akan kita siapkan pada 2014 dan yang akan datang? Karena bangsa ini bukan hanya 2014, bangsa ini untuk 2014, 2019 dan seterusnya," kata Puan di gedung Nusantara II DPR, Jakarta, Rabu (11/4).


Menurut Ketua Fraksi PIDP itu, jika regenerasi kepemimpinan tidak didorong mulai dari hari ini, akan terjadi kevakuman pemimpin bangsa.

Di dalam partainya sendiri, Puan tegaskan regenerasi terjadi dan banyak kader muda terbaik yang siap bertarung di 2014. Dia membantah kalau PDIP dikatakan terlalu bergantung pada satu sosok Ketua Umum yang juga ibu kandungnya, Megawati Soekarnoputri.

"Tentu saja sudah dong (regenerasi), dari kader PDIP banyak sosok muda yang berpotensi untuk bisa menjadi kader yang baik," tegasnya.

Menurut dia, pernyataan politik ayahnya terkait dikotomi tua-muda Capres bukan berarti melarang tokoh-tokoh sepuh seperti Megawati Soekarnoputri mencalonkan diri kembali.

"Tidaklah, maksud Pak Taufik Kiemas bahwa kita harus persiapkan kaderisasi untuk persiapan yang muda-muda untuk maju. Siap atau tidak, kita lihat saja nanti lagi," jelasnya.

Namun, dia enggan menjawab tegas ketika disinggung tentang namanya yang sudah dijagokan masyarakat untuk menjadi calon presiden 2014.

"Saya tidak tahu, saya belum dengar," tuturnya sambil tersenyum.[ald]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya