RMOL. Panja Mafia Hukum dan Pajak Komisi III DPR menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke kantor Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, di Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Namun lucunya sebelum sidak para anggota Panja sudah berbicara kepada wartawan.
"Sidak" yang tak lagi mendadak itu dilakukan untuk melakukan pengawasan, apalagi akhir-akhir ini ada nama pemain baru di perpajakan, Dhana Widyamika yang sering disebut orang Gayus Tambunan kedua.
"Kita Sidak ingin mengetahui langkah-langkah Ditjen Pajak untuk membenahi sistem pengawasan. Kenapa bisa sampai muncul Dhana, jangan-jangan ada yang seperti Gayus," kata anggota Komisi III, Martin Hutabarat, kepada wartawan sebelum berangkat menggunakan bus DPR ke di Ditjen Pajak, di Nusantara III DPR, Selasa, (13/3)
Martin menegaskan, perpajakan seharusnya steril dari kucing-kucing dan tikus-tikus perpajakan. Lebih jauh politisi Partai Gerindra ini menjelaskan, dengan banyaknya kasus korupsi di perpajakan, menyadarkan publik bahwa pajak rawan disalahgunakan.
"Kembali muncul kasus Dhana. Kok bisa rekening bisa begitu besar? Kita harus kritis terhadap pajak. Dirjen Pajak sudah lakukan apa, untuk benahi internal Ditjen pajak," bebernya
Martin meyakini, ada mafia di perpajakan. Pihaknya pun berjanji dari hasil kunjungan ini akan memberikan saran kepada pemerintah mengenai pengawasan dan peradilan pajak
"Rekomendasi ke penegak hukum mencari celah untuk menghindari kebocoran pajak. Harus ada kemauan politik untuk menggenjot pendapatan dari pajak," paparnya
Sidak ini diketuai Ketua Panja Mafia Hukum dan Pajak Tjatur Sapto Edy yang beranggotakan 15 orang.
"Ada kemungkinan pemanggilan terhadap Dirjen Pajak, mengenai lemahnya pengawasan," tambahnya.
[ald]