RMOL. Dhana Widyatmika sudah tiga hari mendekam di Rutan Kejaksaan Agung Cabang Selemba. Aktivitas bekas pegawai Ditjen Pajak yang kini jadi tersangka pengelapan pajak dan dugaan pencucian uang itu hanya termenung sendiri di dalam sel tahanan seluas 3x4 meter persegi.
Komandan Pamdal Rutan Kejagung M Soleh menyatakan, pagi tadi dirinya sempat menyambangi Dhana di ruang tahanannya. Dia sempat menanyakan kabar dan acara ulang tahun Dhana yang jatuh Sabtu kemarin
"Saya bilang, oh ini yang ulang tahun itu. Gimana? Terus dia (Dhana) bilang, mau merayakan gimana, kan saya di dalam sini," kata Soleh menirukan percakapan singkatnya dengan Dhana.
Seharian tadi (Minggu, 4/3), Dhana hanya duduk termenung di atas kasur tahanan. Tidak ada aktivitas yang berarti yang dilakukan. “Biasanya penghuni baru memang begitu (termenung). Nanti lama-lama juga terbiasa (suasana di rutan)," kata Rahmad Effendi, salah saorang petugas Pamdal di Rutan Salemba.
Saat ini Dhana juga hanya mengenakan kaus putih dengan celana pendek. Kemeja putih, celana katun, dan ikat pinggang yang dikenakannya saat masuk Rutan sudah disita pihak Pamdal Kejagung.
Daniel Alfredo, kuasa hukum Dhana mengklaim, kondisi kliennya justru lebih baik. "Sekarang kondisinya lebih baik. Tidak seperti awal-awal yang sangat shock. Dia sudah tegar menerima semua ini," kata Daniel kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Minggu, 4/3).
Saat digelandang penyidik Kejagung, Dhana tidak membawa pakaian untuk salin. Sehingga saat ini Dhana hanya mengenakan pakaian yang disediakan pihak Rutan. Jadi, Daniel tidak heran kalau Dhana saat ini hanya memakai kaos dan kolor. "Hanya yang disediakan di sana yang dipakai," katanya.
Di sel, Dhana hanya sendirian. Sebab, saat ini kondisi Rutan memang agak kosong, sehingga Dhana dapat sel yang kosong.
Saat ulang tahunnya ke-38 Sabtu lalu (3/30, Dhana merayakan sendiri di dalam sel. Sebab, dari awal ditahan hingga kemarin, tidak ada yang menjenguknya, apalagi memberi kado. "Dia hanya sendirian. Nggak ada yang besuk atau datang. Sebab, untuk besok kan harus minta izin penyidik. Kalau hari libur, gimana minta izinnya," terang Daniel.
Daniel melanjutkan, dia bertemu Dhana terakhir adalah Jumat malam (2/3), saat mengantar Dhana ke Rutan. Meski begitu, Daniel memastikan kondisi Dhana baik-baik saja. Sebab, sepengetahuan dia, Dhana ada orang yang taat beragama, tegar, dan tabah. Dhana bahkan rajin puasa Daud. "Kamis lalu dia lagi puasa. Berarti, Sabtu kemarin puasa juga. Dia bilang sama saya, sudah terima dengan yang menimpanya," tutur Daniel.
Setelah ditahan, Dhana juga belum bertemu dengan keluarganya. Kata Daniel, Dhana memang melarang keluarganya untuk menjenguk dulu, terkhusus untuk istrinya, Dian Anggraeni. Sebab, saat lihat suami digelandang, Dian sangat
shock.
"Dian tidak mau istrinya makin
shock. Tapi sekarang, keluarga juga sudah agak kuat terima ini semua," kata Daniel. Rencananya, siang ini Daniel akan mengajukan izin untuk menjenguk Dhana. 'Kita ingin secepatnya bisa bertemu."
Soal rekening gendut yang dimiliki Dhana, Daniel kembali membantahnya. Kata dia, saat ini Dhana hanya punya lima rekening di lima bank. Total dana yang ada di rekening itu hanya Rp 440 juta. "Jadi, jauh sekali dengan tuduhan yang mencapai Rp 60 miliar," katanya.
Daniel merasa heran kenapa Kejagung buru-buru menahan Dhana. Padahal, kata dia, saat ini tuduhan juga belum jelas. Dugaan penggelapan pajak atau pencucian uang juga belum jelas. Angka kepemilikan dana juga terus berubah-ubah.
Di pemeriksaan pertama, kata Daniel, Dhana hanya diperiksa soal latar belakang dan pekerjaan. "Jadi, baru administratif aja, belum menyentuh ke yang substantif. Tapi herannya kenapa Kejagung buru-buru menahan dia," ujar Daniel.
Ditanya soal isu Dhana "dimanfaatkan", Daniel mengaku tidak tahu. Dia memang mendengar bahwa uang yang di dalam rekening Dhana bukan miliknya, tapi uang orang lain yang dititipkan. Tapi, baginya, itu hanya isu. Sebab, tidak ada bukti dalam reking dana pernah ada uang miliaran rupiah.
"Tidak pernah ada bukti di rekening dia ada uang miliaran. Jadi, kabar itu cuma gosip aja," katanya. "Saat ini adalah proses hukum. Maka yang harus dipegang ada bukti, bukan gosip," demikian Daniel.
[ysa]