Berita

KPK-PPATK Harus Selidiki Dugaan Keterkaitan Rekening Gendut dengan Aksi Premanisme

JUMAT, 24 FEBRUARI 2012 | 17:12 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Aksi premanisme yang berujung maut di RSPAD Gatot Soebroto kemarin pagi sungguh tragis. Leluasanya preman bahkan membunuh pengunjung menunjukkan negara sudah lumpuh.

"Preman bisa masuk dan bunuhi orang, berarti preman sudah tidak takut lagi dengan tentara. Karena wibawa (tentara) sudah jatuh," ungkap Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 24/2).

Wibawa tentara dan aparat kepolisian jatuh karena disinyalir para preman selama ini bekerja sama dengan para preman. Karena itu, jangan-jangan aparat juga kecipratan dari hasil uang aksi premanisme.

"Kita tahu bahwa pelacur dari China, Kazakstan dan dari negara eks Uni Soviet lainnya marak di Indonesia. Narkoba makin marak, judi juga. Nah semua ini ada preman disitu," jelasnya.

Nah, yang menjadi pertanyaan saat ini adalah apakah preman itu dipelihara oleh alat negara atau tidak. Makanya, untuk menjawab hal itu, Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan dan Komisi Pemberantasan Korupsi harus menyelidiki dan mengungkap rekening gendung para jenderal, yang pernah mencuat beberapa waktu lalu.

"Disinilah sebenarnya perlu diungkap, rekening gendut polisi ini apakah terkait dengan maraknya preman," tukas Syahganda.

Kalau memang ditemukan ada keterkaitan rekening gendut dengan aksi premanisme, maka harus dilakukan reformasi total di korps aparat penegak hukum itu.

"Potong satu generasi. Jadi jenderalnya semua dipensiunkan. Itu yang mayor, AKBP dinaikkan jadi jenderal-jenderal baru. Jadi harus ada reformasi total," tegasnya. [zul]


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya