ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL.Pemerintah akan menyiapÂkan dukungan fiskal untuk proÂgram ketahanan pangan nasional berupa alokasi anggaran belanja khuÂsus di bidang pertanian senilai Rp 41,9 triliun, serta dukungan fiskal dan pembiayaan bagi pengembangan industri pangan. Tujuh gubernur siap mendukung surÂplus produksi 10 juta ton beras asalkan peÂmerintah mampu memÂberikan dukungan yang konkrit.
Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati menjelaskan kontriÂbusi sektor pertanian terhadap proÂduk domestik bruto (PDB) pada tahun lalu mencapai 14,7 perÂsen dengan tingkat pertumÂbuhan tiga persen. Kendati demikian produktivitasnya perlu ditingkatkan lagi mengingat kontribusinya dari tahun ke tahun cenderung menurun. “PemerinÂtah sadar dan sepenuhnya memaÂhami bahwa ketahanan pangan dan energi menjadi penting untuk menjaga pertumbuhan yang lebih baik,†jelasnya di ruang kerja, Jakarta, kemarin.
Karena itu, lanjut bekas Dosen IPB ini, isu ketahanan pangan perlu menjadi prioritas karena tidak hanya berkaitan dengan tingkat penyerapan tenaga kerja saja, tetapi lebih kepada keÂbutuhan penduduk suatu neÂgara. Dia menyebutkanc semakin tingÂginya jumlah penduduk IndoÂnesia sejalan dengan semakin tingÂginya kebutuhan pangan. “Untuk itu kita tidak boleh menggantungkan pangannya dari ketersedian pasokan dunia. Karena itu ketaÂhanan pangan bagi negara-negara yang penduÂdukÂnya besar menjadi penting,†tegasnya.
Wamenkeu memaparkan daÂlam APBN 2012 pemerintah mengalokasikan anggaran khusus untuk mendanai 29 program ketahanan pangan senilai Rp 41,9 triliun. Antara lain, program penyediaan dan pengembangan prasarana dan sarana pertanian Rp4,1 triliun, program pengeloÂlaan sumber daya air Rp8,2 triÂliun, program peningkatan proÂduksi, produktivitas dan mutu tanaman pangan Rp2,9 triliun, program pencapaian swasembada daging sapi Rp2,6 triliun, serta program pengembangan dan pengelolaan perikanan tangkap Rp1,3 triliun.
Pemerintah sebelumnya meÂnarÂgetÂkan surplus beras 10 juta ton di 2014. Sebanyak 7 guÂbernur siap mewujudkan hal tersebut namun dengan beberapa perÂsyaraÂtan.
Anggota Komisi IV DPR Ma’mur Hasanuddin meÂngaÂtakan, ketujuh gubernur siap membantu surplus 10 juta ton beras terwujud, asalkan dalam proses mewuÂjudkan ketaÂhanan pangan, kebiÂjakan-kebiÂjakan yang dikeluarkan oleh pemerinÂtah pusat disemÂpurÂnakan atau diperbaiki.
“Kami berdialog khusus dengan GuÂbernur Jawa Barat, di sela-sela istirahat makan siang, berkaitan dengan persoalan lahan pertanian, yang selama ini telah dipayungi oleh undang-undang No.41 tahun 1999, belum berjaÂlan sama sekali. Undang-undang belum efektif berjalan. Untuk saat ini, kondisi pemerintahan kita perlu penguatan aturan yang detil dan menyeluruh untuk mengikat regulasi di daerah,†tutur Ma’mur dalam keÂterangannya, kemarin. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Senin, 12 Januari 2026 | 04:13
Senin, 12 Januari 2026 | 04:08
Senin, 12 Januari 2026 | 03:38
Senin, 12 Januari 2026 | 03:08
Senin, 12 Januari 2026 | 03:04
Senin, 12 Januari 2026 | 02:35
Senin, 12 Januari 2026 | 02:15
Senin, 12 Januari 2026 | 02:13
Senin, 12 Januari 2026 | 01:37
Senin, 12 Januari 2026 | 01:16