Berita

Bank DKI

Bisnis

Bank DKI Nafsu IPO Tahun Ini

Targetkan Pertumbuhan KUR 31 Persen
SENIN, 23 JANUARI 2012 | 09:24 WIB

RMOL.Seruan Presiden Susilo Bam­bang Yudhoyono (SBY) agar perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bisa melaku­kan penawaran saham umum perdana (initial public offering/IPO) seakan menjadi virus. Gu­bernur DKI Jakarta Fauzi Bowo juga berharap agar PT Bank DKI bisa melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini.

Fauzi Bowo mengatakan, ke­tatnya persaingan dengan bank swasta dan pemerintah membuat Bank DKI tidak mampu menca­pai target kredit usaha rakyat (KUR). Tan­tangan ini membuat posisi Bank DKI lemah.

Sebab, selain harus bersaing de­ngan bank swasta dan lokal na­sional, Bank DKI juga berha­dapan dengan bank peme­rintah daerah. Namun, kondisi itu di­nilai akan lebih baik jika Bank DKI bisa melakukan IPO.

“Bank DKI bersaing dengan BRI, Mandiri, BNI serta bank-bank raksasa lainnya. Kalau bisa go public (IPO), mungkin akan le­­­bih baik ke depannya,” jelas Foke, sapaan Fauzi Bowo di aca­ra pe­ngukuhan pengurus Dewan Pim­pinan Daerah Him­punan Pengu­saha Pribumi Indo­nesia (DPD Hippi) DKI Jakarta, Jumat (20/1).

Menurutnya, untuk mewujud­kan tujuan tersebut, Bank DKI harus meningkatkan kapitalisasi pasarnya. Selain itu, proses IPO juga harus mengikuti arsitektur perbankan Indonesia. Ke depan, ia ingin mendorong Bank BKI agar bisa lebih banyak menyalur­kan KUR kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Saat ini, jumlah yang mampu di­salurkan Bank DKI jauh di bawah bank-bank swasta nasio­nal mau­pun bank pemerintah.

Menanggapi permintaan Foke, Direktur Utama PT Bank DKI Eko Budiwiyono mengaku te­ngah merencanakan IPO sebagai strategi pemenuhan mo­dal. Dia mengaku sedang mema­tangkan rencana tersebut.

Menu­rutnya, IPO bukanlah se­suatu yang rumit untuk dilaku­kan. Sebab, berdasarkan pengala­man, Bank DKI telah melakukan enam kali obligasi. Adapun wak­tu pe­laksanaan IPO bergantung pada kondisi pasar.

“Kami berharap tahun ini bisa IPO. Kalau semester satu tidak mungkin. Mungkin semester dua pada akhir tahun. Untuk IPO, bu­kan sesuatu yang benar-benar baru. Kita sudah paham mekanis­menya. Tidak banyak yang harus kita lengkapi,” jelas Eko kepada Rakyat Merdeka, Jumat (20/1).

Terkait masih rendahnya pe­nyaluran KUR, dia membe­nar­kan pernyataan Fauzi Bowo. Menu­rutnya, banyak persai­ngan yang melibatkan bank-bank besar, bah­kan bank di Ibukota.

Tahun ini, pihaknya menar­get­kan pertum­buhan KUR sebe­sar 31 persen. Angka ini jauh le­bih besar dari estimasi pertum­buhan KUR oleh Bank Indonesia (BI) sebesar 23 persen.

Sepanjang kuartal III-2011, Bank DKI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 123 miliar ke­pa­da 1.298 pengusaha mikro. Pe­­nyaluran kredit tersebut me­ning­kat 925 persen jika diban­ding­kan penyaluran kredit pada Septem­ber 2010 yang baru men­capai Rp 12,26 miliar. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

UPDATE

Selengkapnya