Berita

Anwar Ibrahim

Dunia

Bebas Dari Sodomi, Anwar Ibrahim Dituding Pro Homo

Ancam Ngebom Razak, Pelajar Malaysia Dicokok
SELASA, 17 JANUARI 2012 | 09:05 WIB

RMOL. Beberapa hari setelah kebebasannya dari kasus sodomi, pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim kembali diserang rival-rival politiknya. Anwar dituding pro gay (homoseksual).

Suratkabar pro-Pemerintah Malaysia mengecam Anwar yang berpendapat bahwa hu­kuman Malaysia yang sangat berat ter­hadap tin­dakan sodomi, dan me­minta peninjauan ulang aturan menge­nai oral seks bagi sesama jenis.

Tapi serangan surat ini menim­bulkan kritik tajam dari politisi oposisi, yang me­nuduh koalisi berkuasa Barisan Nasional (BN) berusaha mendiskreditkan An­war. Se­jum­lah pimpinan Pakatan Rak­yat melihat serangan itu meru­pakan upaya untuk menje­gal An­war ikut dalam pe­milihan umum.

Masalah terbaru muncul sete­lah wawancara Anwar dengan BBC di Mumbai. Saat itu, Anwar menga­takan, Malaysia perlu me­ninjau ‘beberapa hukum kuno’ yang ‘usang dan tidak relevan’.

“Kami tidak mempromosikan homoseksualitas dalam domain publik. Saya tidak berpikir kita perlu membuat permintaan ma­af untuk itu. Tetapi menggu­na­kan hukum-hukum untuk meng­­­­­­hu­kum orang tak bersalah, tidak dapat dimaafkan atau di­tolerir,” tegas Anwar seperti dikutip  Straits Times, kemarin.

Sodomi dan juga oral seks yang dilakukan  sesama jenis me­rupa­kan tindakan yang amat dikecam  Pemerintah Malaysia. Pelaku tindakan itu bahkan akan dihu­kum selama 20 tahun pen­jara. Homoseksualitas ada­lah topik sensitif bagi mayoritas Mu­slim Malaysia.  

Politisi oposisi menuduh balik pemerintah sengaja menyerang Anwar setelah dia dibebaskan pada 9 Januari lalu. “Ini adalah kasus yang menya­lahgunakan media mainstream untuk menyu­dutkan oposisi,” kata humas Partai Aksi Demokrat (DAP), sa­lah satu ang­gota aliansi oposisi.

Analis politik Shaharuddin Badaruddin percaya, citra pub­lik Anwar tidak mungkin terpe­nga­ruh kritik terbaru.

“Anwar telah dituduh banyak hal. Orang akan melihat hal itu sebagai serangan lagi dan berka­ta, So What (Jadi apa)?”

Meski muncul kecaman-ke­cam­an dan tudingan baru yang dilon­tarkan musuh politik, An­war menyatakan akan mema­afkan selu­ruh lawan politiknya.

PM Razak Diancam

Ancaman bom ditujukan seo­rang mahasiswa kepada PM Najib Razak. Mahasiswa beru­mur 24 tahun itu ditangkap usai mem­posting ancaman pemboman terhadap helikopter PM Najib via Facebook-nya.

Tak disebutkan identitas ma­hasiswa itu. Namun, dia diketa­hui sebagai mahasiswa Univer­siti Sains Malaysia. “Najib da­tang ke kampus kita. Mari kita bom heli­kopternya,” isi update status Facebook mahasiswa itu.

“Menurut pejabat Kepolisian Distrik George Town, Gan Kong Meng, mahasiswa itu diba­wa ke markas besar Kepolisian di Patani Road, Minggu (15/1). Menu­rutnya, si ma­hasiswa di­tangkap untuk dimintai kete­rangan lebih lanjut soal posting­an pada account Facebook-nya tersebut. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Sekjen PBB Kecewa AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yaqut Tersangka Kuota Haji, PKB: Walau Lambat, Negara Akhirnya Hadir

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yahya Tak Mau Ikut Campur Kasus Yaqut

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:03

TCL Pamer Inovasi Teknologi Visual di CES 2026

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:56

Orang Dekat Benarkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Ngadep Jokowi di Solo

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:47

KPK Sudah Kirim Pemberitahuan Penetapan Tersangka ke Yaqut Cholil dan Gus Alex

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:24

Komisi VIII DPR: Pelunasan BPIH 2026 Sudah 100 Persen, Tak Ada yang Tertunda

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:56

37 WNI di Venezuela Dipastikan Aman, Kemlu Siapkan Rencana Kontigensi

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:45

Pilkada Lewat DPRD Bisa Merembet Presiden Dipilih DPR RI

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:40

PP Pemuda Muhammadiyah Tak Terlibat Laporkan Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:26

Selengkapnya