ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL. Tahun 2011 ditutup dengan serangkian peristiwa kekerasan yang memilukan. Lebih ironis tindak kekerasan tersebut dilakukan oleh negara terhadap rakyatnya sendiri.
Kasus kekerasan di Mesuji dan Bima, misalnya, hanya merupakan puncak gunung es dari banyaknya kasus kekerasan yang dilakukan oleh negara terhadap warga negara. Negara yang seharusnya melindungi rakyat justru menjadi centeng pengusaha yang menghilangkan nyawa warga atas nama penegakkan hukum.
Sebagaimana disebutkan dalam Refleksi Akhir Tahun 2011 Urban Poor Consortium (UPR) kepada Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 31/12), faktor pemicu dari kasus-kasus tersebut adalah konflik perebutan lahan yang dilakukan pengusaha terhadap lahan milik warga. Padahal bagi rakyat, lahan bukan saja menjadi tempat tinggal tetapi juga sumber kehidupan. Lahan merupakan bagian dari budaya dan masa depan rakyat.
Populer
Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26
Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48
Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06
Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01
Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17
Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16
Senin, 22 Desember 2025 | 17:57
UPDATE
Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15
Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58
Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40
Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13
Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02
Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58
Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22
Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03
Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45
Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21