ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL. Akibat kebijakan ekonomi pemerintah yang tidak memihak kepada rakyat dan aksi koruptor yang menggerogoti uang negara, maka kualitas hidup dan kesejahteraan rakyat masih rendah. Hal ini terlihat jelas dari data BPS tahun 2011 yang menyebutkan penduduk miskin dengan pengeluaran Rp 230.000 per tahun mencapai 30 juta, dan penduduk hampir miskin dengan pengeluaran Rp 233.000 sampai dengan Rp 280.000 per tahun berjumlah 57 juta.
"Jumlah itu membengkak apabila menggunakan standar internasional yaiu kurang dari 2 dolar AS perhari sebagaimana data dari Word Bank," kata Sekjen PP Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi), Imam Soehardjo, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 31/12).
Menurut Imam, kondisi ini sunggu ironis. Sebab rakyat menderita di dalam negara yang kaya raya. Indonesia merupakan penghasil minyak terbesar ke-29 dunia dan sementara cadangan gas terbesar ke-11 dunia. Selain itu Indonesia merupakan negara penghasil batu bara tersebesar ke-15 dunia. Indonesia juga kaya karena menghasilkan tambang mas, timah, perak, nekel, tembaga dan bijih timah. Belum lagi penghasilan dari hutan dan laut.
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29
Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
UPDATE
Sabtu, 10 Januari 2026 | 02:03
Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:47
Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:14
Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:04
Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:34
Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:19
Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:04
Jumat, 09 Januari 2026 | 23:46
Jumat, 09 Januari 2026 | 23:42
Jumat, 09 Januari 2026 | 23:07