Berita

ilustrasi, Kerajaan Spanyol

Dunia

Gaji Keluarga Kerajaan Spanyol Dipublikasikan

JUMAT, 30 DESEMBER 2011 | 08:28 WIB

RMOL. Gara-gara korupsi yang me­nyeret menantu Raja Spanyol, Inaki Urdangarin (43), bekas atlet bola tangan, keluarga Kerajaan Spanyol dipaksa mempubli­ka­sikan detail penghasilan mereka untuk pertama kali, Rabu (28/12).  Gaji Raja Juan Carlos jauh lebih gede dibanding Perdana Menteri Jose Luis Rodriguez Zapatero yang mundur pekan lalu.

Dari daftar gaji yang dimuat di situs web kerajaan www.casareal.com, di­ketahui Raja Juan Carlos (73) mendapat gaji dan berbagai tunjangan yang totalnya ber­jumlah 292.752 euro atau sekitar Rp 3,463 miliar pada 2011.

Penguasa monarki itu men­dapat tunjangan dari negara se­besar 140.519 euro (sekitar Rp 1,662 miliar) ditambah 152.233 euro atau sekitar Rp 1,801 miliar un­tuk menjalankan tu­gas-tugas ke­rajaan. Sedangkan Zapatero ber­penghasilan ta­hunan sebesar 78.185 euro atau sekitar Rp 925 juta.

Pangeran Felipe (43) yang menikah dengan bekas presenter televise, Putri Letizia, mendapat gaji setengah dari pendapatan Raja, yakni sekitar 70.260 euro 831 juta  plus tunjangan negara 76.117 euro atau sekitar Rp 900 ju­ta. Semua gaji keluarga kera­jaan itu dipotong 15 persen pada 2010.

Jaksa tengah menyelidiki tu­duhan korupsi yang melibatkan yayasan milik Urdangarin, yang menikah dengan putri bungsu Raja, Cristina. Urdangarin tidak menerima gaji dari negara.

Menurut catatan akuntan kera­jaan, Ratu Sofia, Putri Letizia, Putri Cristina dan Putri Elena tidak mendapat gaji resmi yang tetap, namun menerima tunja­ngan untuk menjalankan tugas-tugas kerajaan. Jumlahnya se­kitar 375.000 euro atau sekitar Rp 4,4 miliar pada 2011.

Saat Spanyol diterpa kesulitan ekonomi, keluarga kerajaan ditekan untuk membuka catatan keuangan mereka.

Budget kerajaan dibekukan pada 2010 kemudian dipotong sekitar 470.000 euro atau sekitar 5,2 persen menjadi 8,43 juta euro atau sekitar Rp 99.726 miliar pa­da 2011. Pemotongan anggaran itu diusulkan keluarga kerajaan.

“Raja sama sekali tidak punya keharusan untuk mengumumkan pendapatannya. Namun, tindakan ini tidak lain merupakan hasil tekanan dari media, blog, dan politisi yang mencurigai me­nantunya,” ujar Pilar Urbano yang telah banyak menulis buku mengenai keluarga kerajaan.

Juan Carlos menjadi raja pada tahun 1975, dua hari setelah kematian Jenderal Francisco Franco. Juan Carlos dihormati karena membantu proses demo­krasi di negeri itu.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya