ilustrasi
ilustrasi
RMOL. Masyarakat yang turut berunjuk rasa dalam mendesak Bupati Bima mencabut SK 188 terkait ijin pertambangan PT Sumber Mineral Nusantara menegaskan informasi yang disampaikan Polri tentang jumlah warga yang tewas.
"Itu salah. Polri sengaja menyembunyikan fakta. Yang tewas itu 3 orang, bukan 2 orang," kata aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Bima Delian Lubis kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 27/12).
Dia menjelaskan, selain Arif Rahman, (19 tahun) dan Syaiful, (17), sebagaimana diakui Polri, korban tewas ketiga adalah Syarifuddin (35). Syarifuddin yang berprofesi sebagai petani tewas lantaran shock melihat bentrokan yang terjadi di Sabtu lalu di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat.
Populer
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Senin, 20 April 2026 | 12:50
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Kamis, 16 April 2026 | 13:50
UPDATE
Sabtu, 25 April 2026 | 01:54
Sabtu, 25 April 2026 | 01:31
Sabtu, 25 April 2026 | 01:08
Sabtu, 25 April 2026 | 00:51
Sabtu, 25 April 2026 | 00:30
Sabtu, 25 April 2026 | 00:09
Jumat, 24 April 2026 | 23:58
Jumat, 24 April 2026 | 23:33
Jumat, 24 April 2026 | 23:09
Jumat, 24 April 2026 | 22:48