Berita

Ratusan Tentara AU Terjun Payung di Bandara Dumai

SABTU, 10 DESEMBER 2011 | 17:00 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Sekitar 416 TNI Angkata Udara terjung payung dari ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut di bandara udara Dumai, Riau pada pukul 06.00 pagi hari, Sabtu (10/12).

Ratusan penerjun tersebut diangkut oleh sembilan pesawat hercules jenis C160 dan
C130 yang diterbangkan langsung dari Malang dan Halimperdanakusuma, Jakarta.

Sebelum ratusan tentara payung diterjunkan, tiga pesawat tempur pada pukul 05.30

Sebelum ratusan tentara payung diterjunkan, tiga pesawat tempur pada pukul 05.30
jenis HAWK 100/200 dengan spesifikasi fungsi berbeda yakni menembak dengan rudal, menukik rendah dan menembak dengan berondongan peluru melakukan penyerbuan ke arah bandara.

Atraksi tersebut merupakan bagian dari latihan gabungan (latgab) TNI dalam rangka
memeriahkan hari Nusantara XII yang peringatan puncak jatuh pada 13 Desember.

Pesawat menerjunkan 416 personel disertai sembilan koli barang yang berisikan
senjata yakni mortal dan senjata mesin kaliber 7,62.

Setiap penerjun dilengkapi dengan perlengkapan perorangan berupa senjata SS-1 cal
5,56mm, ransel perorangan yang berisikan bekal tipe- A, engkel break, dan
menggunakan payung tipe terbaru PUO MC- 11 -C.

Ratusan tentara payung tersebut terjun dengan sempurna langsung melakukan formasi
penyerangan musuh. Formasi penyerangan dibantu oleh 10 orang personel dari Yon Zepur 9 Kostrad, yang punya kualifikasi para.

Personel Zepur mempunyai kemampuan demolisi yang membantu pasukan linud jika
mendapat hambatan. Latihan gabungan tersebut disaksikan oleh Panglima TNI Agus
Suhartono, Pangdam Bukit Barisan dan jajaran TNI lainnya serta Walikota Dumai,
Chairul Anwar.

Agus Suhartono mengatakan, latihan perang Gabungan telah dimulai dengan menerjunkan tentara payung. Latihan akan berlanjut dengan melibatkan angkatan laut dan angkatan darat.

"Sejauh ini cukup baik dan akan kita evaluasi akhir latihan. Latihan ini dalam rangka memperingati Hari Nusantara," ujarnya. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya