margarito kamis/ist
margarito kamis/ist
RMOL. Ide pengetatan remisi dan pembebasan bersyarat bagi terpidana korupsi dan terorisme pantas diacungi jempol. Pengetatan itu mesti jelas dan tegas sehingga membuat orang takut untuk korupsi atau terlibat terorisme.
"Tapi cara Kementerian Hukum dan HAM keliru. Soal remisi dan pembebasan bersyarat itu sudah diatur UU dan PP, tidak bisa direduksi oleh surat edaran apalagi cuma dari Dirjen Lapas. Itu keliru 100 persen," ujar pakar tata negara Margarito Kamis kepada Rakyat Merdeka Online, Sabtu siang (12/11).
Dia mengatakan hak diskresi hanya dimiliki oleh menteri, bukan wakil menteri apalagi Dirjen. Maka untuk memecah kebuntuan polemik perkara pengetatan itu, bagi Margarito mudah saja.
Populer
Jumat, 04 September 2026 | 20:28
Rabu, 09 September 2026 | 01:15
Kamis, 10 September 2026 | 05:04
Kamis, 03 September 2026 | 14:46
Selasa, 08 September 2026 | 15:34
Sabtu, 05 September 2026 | 16:59
Sabtu, 05 September 2026 | 19:53
UPDATE
Sabtu, 12 September 2026 | 12:20
Sabtu, 12 September 2026 | 12:06
Sabtu, 12 September 2026 | 11:52
Sabtu, 12 September 2026 | 11:37
Sabtu, 12 September 2026 | 11:28
Sabtu, 12 September 2026 | 11:10
Sabtu, 12 September 2026 | 11:01
Sabtu, 12 September 2026 | 10:50
Sabtu, 12 September 2026 | 10:45
Sabtu, 12 September 2026 | 10:28