Berita

ist

LEMBAGA SAKSI DAN KORBAN

Ada Calon yang Pernah Jadi Tim Sukses SBY-JK, Pansel pun Diultimatum

MINGGU, 30 OKTOBER 2011 | 22:43 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Lima dari delapan calon komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang dinyatakan lolos seleksi tahap III oleh Panitia Seleksi (Pansel) dinilai bermasalah. Pansel pun diultimatum untuk tidak meloloskan mereka.

Divisi Advokasi Hukum Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), Andi Muttaqien, mengungkapkan, kelima calon tersebut memiliki rekam jejak kurang baik, sehingga tidak cocok jadi komisioner LPSK. Ada calon yang sangat diragukan independensinya karena pernah aktif di partai politik.

"Lalu ada yang pernah jadi tim sukses pemenangan SBY-JK. Ada juga yang pernah nyaleg tapi tidak lolos," kata Andi saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu malam, 30/10).


Selain itu, kata Andi menambahkan, ada calon yang sebelumnya pernah mengikuti seleksi dan dinyatakan tidak lolos di beberapa lembaga mandiri yang kedudukannya setingkat dengan lembaga negara, yakni Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR), Komnas Perempuan dan Komnas HAM.

Lalu, ada juga calon yang secara formal tidak memenuhi syarat seleksi karena tidak pernah bergulat dengan persoalan hak asasi manusia, sebagaimana disebut dalam syarat calon setidak-tidaknya berpengalaman selama 10 tahun.

"Ada satu calon yang pernah dikeluarkan dari Komnas HAM karena permasalahan kinerja," ungkap Andi lagi.

Pekan lalu, Pansel LPSK meloloskan delapan dari 24 calon dalam seleksi tahap III. Mereka adalah Ade Paul Lukas, David Nixon, Ermansjah Djaja, Edisius Riyadi, Tasman Gultom, Masruchiyah Nieke, Lily Dorianty Purba dan Ahmad Taufik.

Saat ditanya siapa saja lima calon yang memiliki rekam jejak buruk, Andi enggan membeberkannya. Yang pasti, katanya, ELSAM dan beberapa LSM yang tergabung dalam Koalisi Perlindungan Saksi sudah menyampaikan nama-nama tersebut kepada Pansel LPSK tadi siang.

Dari penelusuran Rakyat Merdeka Online, Lily Dorianty Purba tercatat pernah nyalon sebagai Anggota Komnas HAM untuk periode 2007-2012.

Sama dengan Lily, Masruchiyah Nieke juga pernah nyalon sebagai Anggota Komnas HAM. Di Komnas HAM, Nieke terakhir kali tercatat sebagai salah seorang staf ahli. Tak hanya itu, ia juga pernah nyalon di KKR. Catatan lainnya, Nieke pernah aktif di salah satu organ sayap partai Demokrat.

Calon yang disebut-sebut tidak memiliki pengalaman 10 tahun dalam bidang HAM kemungkinanya Ahmad Taufik. Dalam catatan yang ada, merupakan awak di koran nasional Tempo. Calon lainnya, Tasman Gultom tercatat pernah nyaleg dari Partai Karya Peduli Bangsa dengan nomor urut 8 pada Pemilu 2004 lalu.

"Kita berharap Pansel mengkonfirmasi rekam jejak para calon pada saat tes wawancara besok," kata Andi

Proses konfirmasi penting, agar seleksi bisa menghasilkan komisioner LPSK pengganti I Ketut Sudiharsa dan Myra Diarsi, dua komisioner yang diberhentikan karena melanggar kode etik, yang benar-benar layak dan kapabel.

"Kami ingin agar seleksi tidak hanya digunakan untuk sekedar mencari pekerjaan. Mencari untung-untungan aja. Komisioner LPSK setidaknya harus benar-benar punya perspektif HAM, dan menguasai terhadap persoalan perlindungan saksi dan korban," tandasnya. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya