Berita

Kartu Multiguna Ditolak, Warga Tumplek Demo Kelurahan

RABU, 26 OKTOBER 2011 | 23:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Puluhan warga Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang mendemo Kantor Kelurahan setempat (Rabu, 26/10). Demo tersebut dipicu oleh salah seorang warga yang dipersulit pihak Kelurahan ketika mengajukan pembuatan Kartu Multiguna lantaran mendukung pasangan Calon Gubernur tertentu dalam Pilkada Provinsi Banten 2011.

Para warga ini menggeruduk kantor Kelurahan untuk meminta pertanggung-jawaban Lurah. Namun mereka gagal karena Lurah dan stafnya tidak sedang berada di tempat. Mereka pun menyampaikan aspirasinya dengan menempel kertas yang berisi bertulisan “Jangan Takut Multiguna Dicabut, Masih Ada Atut”.

Menurut pengakuan Lukman Nurhakim, 25, warga RT 3/10, Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci Kota Tangerang, peristiwa penolakan yang dialaminya terjadi pada Senin (24/10). Ketika itu ia mengajukan pembuatan kartu multiguna ke Kantor Kelurahan Pabuaran tumpeng untuk membiayai persalinan istrinya, Siti Nurlela, 22, di Rumah Sakit Pratiwi, Sumur Pacing, Kota Tangerang.


Namun, ia dipersulit oleh pihak Kelurahan dengan alasan ia merupakan pendukung calon Gubernur Banten nomor urut 1, Ratu Atut Chosyah. “Salah satu staf kelurahan bilang ‘kalo butuh bantuan kesini, giliran milih (mencoblos) kesana’. Kartu Multiguna itu katanya dipending untuk pendukung Atut,” terang Lukman.

Lukman menambahkan, biaya persalinan istrinya malah dibayar oleh Atut sebesar Rp 3 juta. “Itu untuk biaya persalinan dan rawat inap sebanyak 4 hari,” ungkapnya.

Koordinator Aksi demo Ahmad Firdaus sangat menyayangkan pihak Kelurahan yang mempersulit pengajuan kartu multiguna. Ia menuntut pihak Kelurahan meminta maaf kepada Lukman. â€œLurah harus minta maaf. Kartu multiguna ini pakai dana APBD yang diperuntukkan untuk rakyat kurang mampu. Jangan dipolitisir karena Lukman mendukung Atut,” tegasnya. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya