Berita

ilustrasi

Nusantara

Hari Ini Banten Memilih, Kasus-kasus Pelanggaran Masih Menggantung

Iklan di Metro TV Bermasalah
SABTU, 22 OKTOBER 2011 | 09:18 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Hari ini sekitar 7 juta masyarakat Banten menentukan masa depannya dengan menentukan Gubernur pilihan untuk masa kepemimpinan 2012-2017 dalam pesta demokrasi.

Rakyat Banten akan memilih tiga pasangan kandidat, yaitu pasangan nomor urut 1 Hj. Ratu Atut Chosiyah-H. Rano Karno, lalu nomor urut 2 Wahidin Halim-Irna Nuralita dan nomor urut 3 Jazuli Juwaini-Makmun Muzaki. Seluruh sekolah mulai tingkat SD, SMP, dan SMA pun diliburkan.

Dari ketiga pasangan tersebut, Ratu Atut-Rano Karno mendapatkan dukungan terbanyak dari partai, seperti Partai Golkar, PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, Gerakan Indonsia Raya (Gerindra), Hati Nurani Rakyat (Hanura), PDKB, dan PPD.


Ratu Atut saat ini masih menjabat sebagai Gubernur Banten periode 2006-2011, sedangkan Rano Karno masih memegang jabatan sebagai Wakil Bupati Tangerang. Rano dinilai para pengamat politik regional Banten, bisa menjadi faktor yang mengangkat elektabilitas Ratu Atut. Selain popularitasnya sebagai artis, Rano sudah menimba pengalaman di birokrasi.

Sementara itu pasangan Wahidin Halim-Irna Nuralita yang semula digadang-gadang bakal menjadi lawan berat, popularitasnya belakangan sedikit surut. Dia hanya didukung Partai Demokrat dan beberapa kasus "kampanye hitam" yang menyeretnya masih ditangani pengawas pemilu. Ia juga sempat angkat bicara menyayangkan penggerebekan oleh warga terhadap percetakan Safir Alam, Ciledug, yang menjadi tempat mencetak sampul Majalan Tiro yang akan digunakan untuk "kampanye hitam".

Calon wakilnya, yaitu Irna Nuralita, tak lain istri dari mantan Bupati Pandeglang, Dimyati Natakusuma, yang pernah berurusan dengan hukum terkait dugaan kasus suap pencairan pinjaman daerah Pemkab Pandeglang ke Bank Jabar Banten senilai Rp 200 miliar. Selain itu, Dimyati juga akan diproses Kejaksaan Tinggi Banten terkait dugaan korupsi penggunaan dana tersebut. Irna yang saat ini masih duduk sebagai anggota DPR RI, justru juga tidak mendapat dukungan dari partainya PPP. Dukungan PPP mengalir ke pasangan Jazuli Juwaini-Makmun Muzaki dalam koalisi parprol bersama PKS. Jazuli yang juga anggota DPR-RI pernah gagal ketika mencalonkan diri sebagai Bupati Tangerang, berpasangan dengan Hj. Airin Rachmi Diany yang kini menjadi Walikota Tangerang Selatan.

Kasus terbaru dalam masa jelang Pilkada Banten adalah laporan dari tiga warga Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang soal iklan sosialisasi kota bersih Wahidin Halim yang ditayangkan di Metro TV saat debat kandidat Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur, Rabu (18/10) lalu. Menurut warga, iklan tersebut tak selayaknya ditayangkan di acara debat, yang berbau kampanye.

Kepala Divisi Penanganan dan Penindakan Panwaslu Kota Tangerang Taufik Hidayat mengatakan, pihaknya telah menerima laporan itu dan akan menindaklanjutinya dalam rapat pleno. Hanya saja, dimungkinkan, pihaknya akan menyerahkan hal itu kepada Panwaslu Banten dan juga Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena Panwaslu Kota Tangerang tak punya wewenang untuk menangani masalah iklan di televisi.

"Laporan tetap kami terima dan akan diproses. Namun, bisa saja kami limpahkan kepada KPU, Panwaslu atau KPI," jelasnya.

Tim Pemenangan Wahidin-Irna, Jajuli Abdillah, menegaskan, munculnya iklan layanan masyarakat milik pemerintah daerah yang memunculkan sosok Wahidin selaku Walikota Tangerang merupakan kesalahan pihak penyiaran. Sejatinya, kata Jajuli, saat iklan pertama itu muncul sudah diingatkan pihaknya.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya