Berita

max sopacua/ist

Max Sopacua Luruskan Pemberitaan Mengenai Pencopotan Fadel Muhammad

JUMAT, 21 OKTOBER 2011 | 23:15 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua menegaskan dirinya tidak pernah menyebut pencopotan Fadel Muhammad dari posisi Menteri Kelautan dan Perikanan lantaran berkinerja tidak baik.

Max menyampaikan hal itu sebagai bantahan atas pemberitaan yang memuat pernyataan dirinya bahwa Fadel di-reshuffle Presiden SBY gara-gara minim prestasi selama menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan. Pemberitaan tersebut, katanya, sangat tidak berdasar dan jauh dari fakta yang ada di lapangan.

Dikatakan Max, dirinya tak pernah menyebutkan alasan-alasan pencopotan Fadel Muhammad baik saat berdisuksi bersama Akbar Tanjung yang digelar di press room DPR tadi siang, maupun saat dicecar pertanyaan oleh para pemburu berita usai diskusi.


"Justru saya mengatakan Fadel kerjaannya baik, terbukti ada Sail Wakatobi dan akan dikembangkan di daerah-daerah lainnya," kata Max meluruskan kepada Rakyat Merdeka Online melalui sambungan telepon sesaat lalu (Jumat, 21/10).

Max juga merasa dirugikan dengan konteks pemberitaan karena salah kutip pernyataannya kemudian disambung-sambungkan dengan konteks ketidakpuasan politisi senior partai Golkar Akbar Tanjung terhadap pencopotan Fadel.

"Saya heran kok beritanya jadi seperti itu. Saya pikir wartawan mau menghadap-hadapkan saya dengan Pak Fadel. Saya tegaskan tidak ada pernyataan-pernyataan saya soal Fadel berkinerja tidak baik atau jalan di tempat. Justru saya memuji-muji Fadel karena kinerjanya baik. Misalnya ada Wakatobi," bantah Max.

Ditambahkan Max, pernyataan Mensesneg Sudi Silalahi yang menyebut Fadel berkinerja buruk dan punya masalah sebagai urusan Sudi Silalahi. Dirinya tidak pernah mementahkan, bahkan sebaliknya, menguatkan pernyataan Sudi Silalahi.

Saat Akbar Tanjung menyampaikan kegusaran dan rasa penasarannya terhadap pencopotan Fadel, Max mengaku mengatakan Presiden pasti menjelaskan alasan pencopotannya, salah satunya melalui Sudi Silalahi. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya