Berita

ist

Disangsikan, PKS Tinggalkan Koalisi Sekalipun Jatah Menteri Dikurangi SBY

JUMAT, 21 OKTOBER 2011 | 20:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diyakini tidak akan berani meninggalkan koalisi. Pengurangan jatah satu menteri PKS di kabinet dihitung tidak akan membuat Majelis Suro PKS memutuskan sikap untuk keluar meninggalkan koalisi pendukung pemerintahan dan mengambil posisi sebagai partai oposisi.

"Saya sangsi, sebab kalau dihitung-hitung merugikan PKS maka keputusan itu sudah diambil," ujar pengamat Politik LIPI, Siti Zuchro, kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Jumat, 21/10).

Kalau dihitung merugikan, maka Majelis Syuro PKS akan mempercepat rapatnya dan mengeluarkan keputusan. Tapi buktinya, hal itu direspon biasa saja oleh PKS.


"Saya melihat PKS merasa tidak dirugikan dengan pengurangan menteri itu," kata Siti.

Ia menambahkan, ancaman keluar dari koalisi yang disampaikan Sekjen PKS Anis Mata dan kader PKS lainnya tak lebih sebagai gertak sambal. Hal itu hanya sebagai bargaining politik yang dilakukan PKS agar kepentingan-kepentingan politik mereka di pemerintahan tidak berkurang banyak.

Dalam politik, lanjutnya, sangat wajar sebuah partai politik melakukan gertakan-gertakan atau menarik ulur politik baik terhadap lawan maupun 'mitra' politiknya asal dengan catatan tidak mengorbankan kepentingan rakyat. Dalam konteks itulah, apa yang dilakukan PKS bisa diterima.

"Tarik ulur untuk mengamankan kepentingan biasa saja. Tapi jangan kemudian memberikan pendidikan yang tidak baik bagi rakyat, menggunakan cara-cara untuk memperoleh kekuasaan dengan mengorbankan kepentingan rakyat," tandasnya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya