Berita

ilustrasi/ist

Inilah Susunan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) 2.1

SELASA, 18 OKTOBER 2011 | 21:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Presiden SBY telah mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) 2.1 (baca: jilid dua hasil reshuffle pertama).

Di bidang politik, hukum dan keamanan, SBY mencopot Patrialis Akbar dan menyerahkan kursi Menteri Hukum dan HAM kepada Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Amir Syamsudddin. Untuk membantu Amir Syamsuddin, Presiden menunjuk Prof. Denny Indrayana sebagai wakil menteri.

"Saya berharap kedua pejabat lebih memajukan dunia hukum dan peradilan kita. Mencari solusi semua masalah di bidang hukum dan HAM," kata SBY di Istana Negara, beberapa saat lalu (Selasa malam, 18/10).


Selanjutnya, Presiden SBY menunjuk Azwar Abubakar sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menggeser EE Mangindaan. Saat ini, Azwar adalah anggota DPRI RI. Dia pernah menjadi Pelaksana Harian Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam. Sementara Dr. Eko Prasodjo dipercaya Presiden menjadi wakil.

"Saya ingin reformasi birokrasi bisa diselesaikan," kata SBY lagi.

Marty Natalegawa yang sempat diperkirakan akan ditendang dari KIB 2.0 nyatanya tetap aman sebagai Menteri Luar Negeri. SBY menunjuk Priyono dan Wardhana sebagai wakil yang mendampingi Marty.  

"Saya mengangkat Kepala BIN baru, Marciano Norman. Kita ingin mengembangkan intelijen agar bisa lebih baik lagi, baik untuk keamanan, ekonomi dan apapun," kata SBY.

Di bidang ekonomi, SBY menunjuk Ani Ratnawati dan Mahendra Siregar sebagai Wakil Menteri Keuangan.

"Peran Kementerian Keuangan sangat tinggi, baik untuk urusan internal, kaitan keuangan dengan DPR RI dan juga pada tahun-tahun terakhir ini peran kita dalam forum internasional harus ditingkatkan," ucapnya.

Sementara Gita Wirjawan ditunjuk menjadi Menteri Perdagangan menggantikan Mari Elka Pangestu. Gita akan dibantu Bayu Krisna Mukti yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Pertanian. Untuk menggantikan Bayu, SBY menunjuk Kepala Badan Pusat Statistik, Usman Heryawan.

Masih di bidang ekonomi, SBY menunjuk Jero Wacik sebagai Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Untuk membantu Jero Wacik, SBY mengangkat Prof. Widjayono yang kini anggota Dewan Energi Nasional sebagai wakil.

SBY menata fungsi Kementerian Pariwisata, dari yang sebelumnya Kementerian Budaya dan Pariwisata menjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Untuk mengisi pos kementerian ini, SBY menunjuk Mari Elka Pangestu. "Saya pandang Mari Elka Pangestu cukup berhasil mengembangkan ekonomi kreatif," kata SBY.

Adapun untuk Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), SBY mengangkat Dahlan Iskan. Presiden SBY menilai pendiri Jawa Pos Group ini berhasil memimpin Perusahaan Listrik Negara (PLN). Masih di pos ini, Presiden mengangkat Mahmudin Yasin sebagai wakil. Mahmudin Yasin sebelumnya adalah Sekretaris Kementerian BUMN.

Selanjutnya, Presiden SBY menunjuk EE Mangindaan menggantikan Freddy Number sebagai Menteri Perhubungan, Gusti Muhammad Hatta menjadi Menteri Riset dan Teknologi menggantikan Suharna Surnapranata, dan Sharif Cicip Sutardjo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan Fadel Muhammad.

Di bidang kesejahteraan rakyat, SBY mengangkat Rektor Universitas Andalas Padang, Prof. Musliah Karsih, sebagai Wakil Menteri Pendidikan. Di Kementerian Agama, SBY mengangkat Prof Nazaruddin Umar sebagai wakil.

"Untuk Menteri Perumahan Rakyat, saya percayakan Djan Faridz," kata SBY.

Terakhir, kementerian yang direshuffle SBY adalah Kementerian Lingkungan Hidup. Rektor dan Guru Besar Universita Cenderawasih Papua, Berth Kambuaya, diangkat sebagai Menteri Lingkungan Hidup.

Besok, menteri, wakil menteri dan Kepala BIN baru akan menandatangani kontrak kerja, pakta integrias dan kesapakatan koalisi. "Menteri dan wakil menteri akan saya lantik besok," tutup SBY. [dem]


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Demokrat: Tidak Benar SBY Terlibat Isu Ijazah Palsu Jokowi

Rabu, 31 Desember 2025 | 22:08

Hidayat Humaid Daftar Caketum KONI DKI Setelah Kantongi 85 Persen Dukungan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:57

Redesain Otonomi Daerah Perlu Dilakukan untuk Indonesia Maju

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:55

Zelensky Berharap Rencana Perdamaian Bisa Rampung Bulan Depan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:46

Demokrasi di Titik Nadir, Logika "Grosir" Pilkada

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:37

Demokrat: Mari Fokus Bantu Korban Bencana, Setop Pengalihan Isu!

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:35

Setoran Pajak Jeblok, Purbaya Singgung Perlambatan Ekonomi Era Sri Mulyani

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:14

Pencabutan Subsidi Mobil Listrik Dinilai Rugikan Konsumen

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:02

DPRD Pastikan Pemerintahan Kota Bogor Berjalan

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:53

Refleksi Tahun 2025, DPR: Kita Harus Jaga Lingkungan!

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:50

Selengkapnya