hary tanoe/ist
hary tanoe/ist
RMOL. Keputusan dan langkah Hary Tanoe masuk dan aktif di Partai Nasdem dinilai sebagai lampu kuning bagi dunia pers nasional. Aktivisme politik Hary Tanoe sebagai pemilik MNC Group akan mengganggu independensi penyiaran yang diproduksinya.
"Ini tanda bahaya bagi media. Media dan konsumen media harus lebih awas," ujar Koordinator Koalisi Independen untuk Demokratisasi Penyiaran (KIDP), Eko Maryadi, saat dihubungi Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Sabtu, 15/10).
Langkah Hary Tanoe, kata Eko, semakin membenarkan gejala oligarki media dengan oligarki politik. Keputusan Hary Tanoe menambah panjang bukti semakin langkanya media penyiaran yang bebas dari afiliasi partai politik tertentu. Sebelumnya, kita tahu, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie memiliki ANTV dan TV One, kemudian Surya Paloh, pemilik Media Group, disebut-sebut memiliki kedekatan dengan Partai Nasdem.
Populer
Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26
Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48
Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06
Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01
Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17
Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16
Senin, 22 Desember 2025 | 17:57
UPDATE
Rabu, 31 Desember 2025 | 22:08
Rabu, 31 Desember 2025 | 21:57
Rabu, 31 Desember 2025 | 21:55
Rabu, 31 Desember 2025 | 21:46
Rabu, 31 Desember 2025 | 21:37
Rabu, 31 Desember 2025 | 21:35
Rabu, 31 Desember 2025 | 21:14
Rabu, 31 Desember 2025 | 21:02
Rabu, 31 Desember 2025 | 20:53
Rabu, 31 Desember 2025 | 20:50