Berita

ist

Diimbau, Masalah Freeport Jangan Sampai Disusupi Kepentingan Elit

JUMAT, 14 OKTOBER 2011 | 14:04 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Pemerintah didesak untuk segera turun tangan menyelesaikan konflik antara manajemen PT Freeport dengan para buruh  PT Freeport. Peran pemerintah dalam menyelesaikan konflik yang terjadi di PT Freeport sangat dibutuhkan.

"Jika persoalan Freeport tidak terselesaikan, artinya pemerintah gagal untuk bisa menjadi jembatan dialog antara serikat pekerja Freeport dan manajemen Freeport," ujar Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu (FSP BUMN), Arif Poyuono, dalam rilis yang diterima redaksi (Jumat, 14/10).

Menurut Arif, berlarut-larutnya masalah pemogokan buruh di Freeport akan mudah disusupi oleh elit-elit politik lokal maupun nasional untuk mengambil keuntungan mereka. Konflik hubungan industrial antara manajemen dan pekerja Freeport harus segera diselesaikan.


Ia mengimbau agar buruh Freeport berjuang dengan berhati hati dan jangan sampai diprovokasi oleh elit-elit politik yang ingin mengambil keuntungan dari konflik buruh dan manajemen Freeport .

"Manajemen Freeport harus lebih bijaksana lagi dalam menjalin hubungan industrial dengan kaum pekerjanya. Sosial dialog  dan komunikasi  yang intensif antara pengurus serikat pekerja dan manejemen harus dibangun, sehingga manajemen dan buruh dapat bekerjasama dengan baik," katanya.

Terakhir, FSP BUMN meminta agar elit-elit politik lokal dan nasional tidak ikut memanas-manasi konfilik yang terjadi sehingga permasalahan di Freeport jauh dari tujuan utamanya, yaitu meningkat kenaikan kesejahteraan dan kenaikan gaji. Jangan jadi bias dan justru terjadi politisasi yang pada akhirnya merugikan kaum pekerja. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya