Berita

sby/ist

RESHUFFLE KIB II

SBY Akan Hancur di Tengah Jalan Bila...

JUMAT, 30 SEPTEMBER 2011 | 00:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Kinerja Presiden SBY sangat buruk. Tujuh tahun menjadi presiden, rakyat tidak merasakan keberhasilan yang dikerjakan SBY. Satu yang dirasakan, mungkin, hanya program Bantuan Langsung Tunai (BLT). Itu pun masih menyisakan masalah, SBY melakukannya hanya untuk pencitraan diri.

Demikian disampaikan Ketua Umum Jenderal Soedirman Center (JSC), Bugiakso, kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Kamis malam, 29/9).

Saat ini, kata Bugiakso yang menikahi salah satu cucu Jenderal Besar Soedirman itu, SBY benar-benar sedang dirundung masalah besar. Yakni SBY dikelilingi menteri yang tidak bisa bekerja dengan baik. Salah SBY juga, katanya, mengangkat menteri atas dasar balas budi. Hal itulah, sebut Bugiakso, yang menjadi ancaman bagi keberlangsungan pemerintah.


"Jika SBY ingin bertahan hingga 2014, maka harus me-reshuffle atau mengganti 70 persen menterinya," kata Bugiakso sambil menyebut menteri-menteri yang layak di-reshuffle adalah menteri dari partai koalisi, termasuk dari partai Demokrat.

Dalam hemat Bugiakso, para menteri dari partai koalisi tersebut tidak ada yang bisa bekerja untuk rakyat. Sebab, pengangkatan mereka bukan karena pertimbangan kualitas personal yang dimiliki, melainkan karena balas budi. Saat ini, menurutnya, kabinet harus benar-benar diisi oleh menteri yang bisa bekerja dan berasal dari kalangan profesional.

"Ini kartu terakhir yang harus dilakukan SBY demi kesejahteraan rakyat dan bangsa. SBY harus melakukan kerja total. Jika tidak, SBY akan hancur di tengah jalan," katanya. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya