Berita

romo benny/ist

BOM SOLO

Romo Benny: Pemerintah Jangan Beretorika Lagi!

SELASA, 27 SEPTEMBER 2011 | 00:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Aksi bom bunuh diri di Solo diharapkan menjadi aksi teror terakhir kali yang terjadi di Indonesia. Negara harus memberikan jaminan kepada semua penganut agama dalam menjalankan keyakinanya.

"Kami berharap saatnya pemerintah tidak beretorika lagi. Namun harus dengan tegas memberikan jaminan kepada siapapun yang ada di Indonesia. Konstitusi sudah mengamanatkan bahwa kewajiban dari negara untuk menjamin rasa aman," ujar Sekretaris Eksekutif Komisi HAK Konferensi Wali Gereja Indonsia (KWI), Romo Benny Susetyo, saat menyampaikan pernyataan pers Inter Religious Council (IRC) Indonesia, di Kantor Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), di Jakarta, Senin siang (26/9).

"Berulang-ulang jaminan itu belum terbukti secara efektif," sambungnya.


Pemerintah katanya, selalu terlambat dalam mengestimasi sebuah peristiwa teror. Pemerintah harus mulai belajar bahwa untuk mengatasi aksi teror, itu tidak melulu dengan menekankan pendekatan-pendekatan keamanan saja. Tetapi, perlu juga upaya-upaya yang mendorong semua warga negara Indonesia untuk mencintai bangsanya.

"Pertama, butuh pendekatan-pendekatan kultur dan budaya sehingga gerakan-gerakan radikalisme bisa dipersempit ruang gerakkannya. Kedua harus mengevaluasi kembali model-model pendekatan yang selama ini ada, apakah efektif atau tidak. Ketiga, perlu dievaluasi tentang kinerja dari aparat kepolisian dan inteligen dalam mengatasi aksi-aksi teroris karena terus saja berlangsung. Perlu ada keterbukaan untuk mencari akar-akar persoalan yang mendalam," katanya.

Diingatkan Romo Benny, peningkatan kewaspadaan dan sikap proaktif dari pemerintah belum cukup untuk melahirkan keamanan beribadah. Pemerintah, katanya, perlu juga mengatasinya dengan pendekatan-pendekatan sosial ekonomi. "Kita yakin kalau Pemerintah berupaya dengan mengajak tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat juga tokoh-tokoh pemuda, maka ruang sempit dari gerakan-gerakan ini bisa lebih dipersempit lagi," ungkapnya.

"Dan Pemerintah harus juga melakukan pendekatan-pendekatan kesejahteraan bagi mereka," demikian Romo Benny. [dem]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya