Berita

sby/ist

RESHUFFLE KIB II

Pendukung SBY: PKS Jangan Frustasi!

SABTU, 24 SEPTEMBER 2011 | 18:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Pernyataan anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fachry Hamzah tentang reshuffle kabinet ditanggapi Komite 33, Ormas pendukung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Pernyataannya Fachry Hamzah itu bentuk dari rasa frustasi atas situasi yang ada. Sudah jelas diatur dalam Undang-undang bahwa pengangkatan dan pemberhentian menteri adalah hak prerogatif Presiden,” kata Wakil Ketua Bidang Hukum dan Politik Komite 33, Jemmy Setiawan dalam rilisnya (Sabtu, 24/9).

Fachri Hamzah kemarin mengatakan rencana reshuflle kabinet yang diwacanakan istana dan sudah disampaikan oleh Presiden sendiri dilakukan hanya sepihak, tidak terkonfirmasi. Akibatnya, reshuffle tidak akan efektif. Jadi problemnya, kata Fachry, ada pada Presiden, bukan pada menteri.



Apa yang disampaikan Fachry, kata Jemmy, hanya mencari-cari alasan saja. Sikap tersebut sebagai sikap kerdil yang tidak ksatria, atau hanya melempar batu dan mengambil emasnya.

"Kalau mau dievaluasi, PKS yang nyata-nyata bagian dari koalisi pasang badan untuk membela Presiden. Namun, PKS justru ikut mengeroyok pemerintah ketimbang membela Presiden," ujarnya.

Jemmy menerangkan, dalam logika koalisi, politik dan pemerintahan, seorang menteri tidaklah cukup hanya profesional apalagi netral dalam menjalankan tugas Kementerian. Tapi, harus berpihak dan berani membela Presiden. Para menteri  bertanggung jawab kepada Presiden bukan pada ketua partainya.  

"Apa ada model koalisi dengan pemerintah yang seperti ini dalam sistem politik modern? Selain rasa frustasi, apa yang disampaikan Fachry juga sudah tidak ilmiah alias irasional," kata Jemmy.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya