Berita

anas/ist

Mutlak, KPK Perlu Mengkonfrontir Nazaruddin dengan Anas dan Chandra

SELASA, 20 SEPTEMBER 2011 | 21:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Komite Etik KPK diharapkan bekerja secara independen, profesional, dan berorientasi untuk menuntaskan kasus korupsi Nazarudin, dan bukan untuk membonsainya. Dengan begitu, KPK juga bisa bekerja profesional dalam menuntaskan kasus Nazaruddin.

Harapan itu disampaikan Ketua Presidium Indoneisa Police Watch, Neta S Pane dalam rilisnya yang diterima redaksi (Selasa, 20/9).

Neta mengingatkan, dalam rangka akselerasi penanganan perkara Nazarudin, pembuktian publik tentang tuduhan-tuduhan dan kesaksian Nazarudin, maka KPK mutlak perlu melakukan konfrontasi langsung antara Nazarudin, Anas Urbaingrum maupun Chandra.


Pengakuan Nazarudin dan kesaksian dari beberapa terperiksa, seperti Saan Mustopa, Benny K Harman maupun beberapa pejabat KPK, bagaimanapun juga, terang Neta, tidak boleh diabaikan agar proses hukum dapat ditegakkan secara konsisten. Konfrontasi langsung antara Nazarudin, Anas Urbaningrum dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. "Langkah KPK melakukan konfrontasi sebagai sesuatu yang sangat urgen," kata Neta.

Diharapkan, sambung Neta, konfrontasi bukan saja akan membuka kebenaran akan tetapi juga dapat meningkatkan dukungan publik terhadap proses-proses hukum yang dilakukan KPK. Sebaliknya, jika hal itu tidak dilaksanakan maka ketidakpercayaan publik terhadap KPK akan semakin meningkat.

Selain itu, Neta juga berharap agar Polri mulai melakukan penyelidikan terhadap kasus pertemuan Nazarudin dengan oknum KPK. Sebab jika pertemuan tersebut terbukti, berarti ada oknum-oknum KPK yang sudah melakukan pelanggaran terhadap Pasal 65 jo Pasal 36 UU KPK, dengan ancaman di atas lima tahun penjara. "Tugas Polri-lah untuk mengusut kasus ini," demikian Neta. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya