Berita

chandra/ist

Komite Etik KPK Garap Chandra M Hamzah Lagi

SELASA, 20 SEPTEMBER 2011 | 07:02 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Komite Etik KPK akan kembali memeriksa Wakil Ketua KPK bidang Penindakan Chandra M Hamzah terkait dugaan pelanggaran etika para pimpinan KPK, hari ini (Selasa, 20/9).

Kepastian ini disampaikan Ketua Komite Etik KPK, Abdullah Hehamahua, kepada Rakyat Merdeka Online, Selasa pagi (20/9).

Kemarin (Senin, 19/9), Chandra juga sudah menjalani pemeriksaan. Chandra diperiksa Komite Etik sekitar lima jam lamanya mulai dari pukul 16.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB.


Komisi Etik memutuskan kembali memeriksa Chandra karena masih memerlukan keterangan dari pimpinan KPK yang pernah mengalami kriminalisasi dari Anggodo Widjoyo itu.

"Kemarin karena beliau (Chandra M Hamzah) belum selesai memberi keterangan," terang Abdullah.

Sebelumnya, tersangka kasus suap Kemenpora, M Nazaruddin, mengaku pernah lima kali bertemu dengan Chandra. Dua kali pertemuan dilakukan di rumahnya, dua kali di restoran Jepang di Apartemen Cassablanca, dan sekali di kantor KPK.

Pada saat pertemuan di rumahnya, Nazaruddin menyebut Chandra menerima uang sebesar 500 ribu dolar Amerika dari seorang pengusaha bernama Andi terkait dua kasus yang sedang diusut oleh KPK yaitu proyek pengadaan e-KTP dan pengadaan baju hansip untuk kepentingan Pemilu. [ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya