Berita

presiden sby/ist

RESHUFFLE KIB II

Sudahlah, SBY Cuma Testing The Water

SABTU, 17 SEPTEMBER 2011 | 10:33 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Kali ini, isu bongkar pasang kabinet berasal dari dalam lingkaran Istana Negara yang terang-terangan mengemukakannya di publik. Setiap kemungkinan selalu harus diperhitungkan. Tapi akan ada banyak komplikasi politik yang dihadapi SBY ketika rencana reshuffle ini diumbar ke publik.

"Misalnya mau ganti Muhaimin (Menakertrans) harus tanya partai politiknya (PKB). Nah partai politiknya kan di bawah pimpinan dia (Muhaimin). Demikian juga dengan mengganti Andi Mallarangeng (Menpora), dia harus pertimbangkan posisi politiknya di Demokrat. Atau misalnya mengganti Suharso Manoarfa (PPP) yang gengsi partai politiknya sangat tinggi karena bagaimanapun Suharso jauh lebih baik dari Muhaimin," papar pengamat politik senior, Muhammad AS Hikam, kepada Rakyat Merdeka Online, Sabtu (17/9)

Karena komplikasi-komplikasi itulah, makanya mantan Menteri di era Presiden Gus Dur ini menganggap isu reshuffle cuma testing the water.


"Kalau mau betul terjadi reshuffle, presiden harus tidak tergantung pada parpol sama sekali atau tetap gunakan formula parpol, tapi orang-orang yang dipakai adalah profesional dan bisa dipercaya," ujarnya.

Hikam mengatakan sangat tipis akan ada perubahan fundamental dalam pola perekrutan personil kabinet. Apalagi kalau SBY masih sangat tergantung dengan partai politik. Dia mencermati, dengan adanya isu reshuffle, ancaman dari DPR mulai terasa dengan menabuh genderang penggunaan hak-hak DPR yang memojokkan pemerintah.

"Belum apa-apa saja DPR sudah mengancam sekarang. Priyo (Wakil Ketua DPR dari Golkar) mendorong akan hak menyatakan pendapat atau interpelasi. Itu sangat complicated kan. Sekarang partai yang punya menteri di kabinet saja berani melakukan sikap yang tak konsisten di DPR, apalagi kalau menterinya diganggu," urainya lagi.

Dia yakin, Presiden SBY bukan tipe pemimpin yang tegas dalam bertindak. SBY sangat tergantung dengan partai politik walaupun Sekretariat Gabungan koalisi pemerintah tidak efektif sama sekali. Maka baginya, isu reshuffle cuma uji lapangan saja, dan isu itu tak perlu terlalu dieksploitasi media massa.

"Ujung-ujungnya cuma saling ancam saja, terus ujungnya tidak akan beres juga kok. Semua pengamat bisa bilang apa saja, tapi bagi saya itu sudah lewatlah," katanya dengan nada pesimis.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya