Berita

hemas/ist

GKR Hemas: Polisi Harus Tanggap dan Antisipatif Tangani Kejahatan Terhadap Perempuan

JUMAT, 16 SEPTEMBER 2011 | 23:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Gusti Kanjeng Ratu Hemas mengherankan sikap kepolisian yang kurang tanggap dan kurang antisipatif menangani kejahatan terhadap perempuan seperti pemerkosaan seorang karyawati dalam angkutan kota (angkot) di Jakarta Selatan dan kasus sebelumnya yang merenggut nyawa seorang mahasiswi Universitas Bina Nusantara. Sikap polisi yang kurang tanggap dan kurang antisipasi berpotensi menyuburkan kejahatan terhadap perempuan.

DPD membutuhkan penjelasan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral (Polisi) Timur Pradopo karena pemerkosaan di angkot tidak seharusnya terjadi, termasuk menyangkut penanganan lebih lanjut kasusnya dan perlindungan terhadap korban. “Dari berbagai kasus pemerkosaan, korban umumnya rugi berlipat ganda hanya karena yang bersangkutan perempuan. Polisi semestinya memberi jaminan yang memadai.”

“Sikap polisi yang kurang tanggap dan kurang antisipatif bisa berarti bahwa polisi melakukan pembiaran. Kapolri harus menjelaskan mengapa polisi lamban mengungkap pemerkosaan seorang karyawati di dalam angkot di Jakarta Selatan
dan kasus sebelumnya yang merenggut nyawa seorang mahasiswi Universitas Bina Nusantara,” ujarnya di Gedung DPD lantai 8 Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/9).

dan kasus sebelumnya yang merenggut nyawa seorang mahasiswi Universitas Bina Nusantara,” ujarnya di Gedung DPD lantai 8 Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/9).

DPD menengarai bahwa sedang beroperasi pelaku kejahatan terhadap perempuan di dalam angkot atau pelakunya mencari-cari penumpang di jalan raya. “Fenomen kasus-kasus tersebut sangat serius. Kejadian begini bisa menimpa perempuan siapa saja, terutama mereka yang tidak punya pilihan alat transpostasi,” kata Hemas.

Menurutnya, karena sangat dominan jumlah perempuan yang menumpang angkot maka penangangan kasus seperti ini harus berhasil mengembalikan rasa aman, terutama kaum perempuan sebagai pengguna angkot. “Tertangkapnya tersangka
pemerkosa karyawati di dalam angkot, bagi DPD, menandakan bahwa kepolisian kurang tanggap dan kurang antisipatif,” tukas Hemas.

Kurang tanggap kepolisian terbukti oleh tindak lanjut pengaduan korban yang sangat lambat penanganannya, sehingga korban sendiri yang menangkap pelaku dalam angkot yang bergerak di jalan raya. Menurutnya, "Logikanya, sebelum ditangkap korban, pelaku bebas mondar-mandir di depan hidung polisi. Kemungkinan ini terjadi karena pelaku meremehkan kemampuan aparat. Ini sungguh sangat berbahaya dan menimbulkan pertanyaan terhadap profesionalisme dan kesungguhan polisi menciptakan rasa aman.”

Kurang antisipatif kepolisian juga terbukti oleh pengulangan peristiwa semacam karena setelah sekian hari media massa nasional memberitakan peristiwa itu polisi belum melakukan langkah-langkah pencegahan.

“Betapa kurang antisipatif polisi mencegah terulang peristiwa semacam. Setidaknya, polisi bisa mengevaluasi bebagai penyimpangan yang umum dilakukan angkot, seperti menyalahi trayek dan berkaca gelap, sehingga kejadian di dalam angkot menjadi tak terlihat,” kata Hemas.

Hemas menambahkan, penanganan kejahatan terhadap perempuan bukan perkara yang baru karena peristiwa semacam terbukti berhasil terungkap. “Sudah ada aturannya, polisi tinggal serius menegakkannya. Bisa dimulai dengan melakukan razia serentak dan menyeluruh di berbagai kota," demikain Hemas. [dem]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya