Berita

ilustrasi

Besok, Tokoh Lintas Agama Sampaikan Doa Perubahan Terbaik di Depan Kantor SBY

SELASA, 13 SEPTEMBER 2011 | 23:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Tokoh lintas agama akan menggelar aksi doa bersama di depan Istana Negara besok (Rabu, 14/9). Aksi yang dilakukan dengan berpuasa itu sebagai bentuk kepedulian atas carut-marutnya kondisi bangsa.  

"Kami prihatin dengan kondisi saat ini. Kasus KKN yang besar-besar tidak diselesaikan," ujar kiai Badaruddin, tokoh Islam yang akan ikut turun dalam aksi besok kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Selasa, 13/9).   

Rencanannya, para tokoh dan ratusan masa dari lintas agama akan menggelar doa bersama di depan kantor Presiden SBY. Mereka akan melakukannya sambil berpuasa. Masing-masing agama percaya, doa yang dipanjatkan oleh insan dengan perut kosong, akan dikabulkan Tuhan.


"Kalau berdemo ala mahasiswa bukan bagian kami lagi. Kita bantu menyelesaikan masalah bangsa ini, segera ada perubahan dengan doa. Doa diijabah ketika sedang berpuasa," tuturnya.

Krisis moral yang terjadi saat ini, sambung kiai Badaruddin, menjadi alasan penting dilakukannya aksi besok.

"Sekarang ini orang tidak malu kalau berbuat salah. Korupsi jadi kebiasaan. Orang-orang tidak malu lagi melakukannya. Dulu moral masih lumayan baik. Kalau bermasalah dengan hukum, rumahnya baru didatangi polisi saja sangat malu, sekarang masuk bui karena korupsi biasa," katanya.

Kiai Badaruddin memastikan dalam aksi besok akan disampaikan doa yang terbaik agar perubahan dan perbaikan bagi bangsa dan negara bisa terjadi.

"Kita akan mohon keluarkanlah bangsa ini dari belenggu dan segala problematika, berikan jalan terbaik, apapun bentuknya. Kita mohon berikan petunjuk kepada pemimpin bangsa agar peka terhadap masalah bangsa. Apa yang diucapkan ditegakkan. Selama ini hal itu tidak dilakukan para pemimpin bangsa, malah korupsi dilakukan oleh lingkungan mereka," tutup kiai yang aktif di forum santri Depok itu. [dem]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya