Berita

palyja/ist

Aetra dan Palyja Lakukan Kebohongan Publik

SENIN, 05 SEPTEMBER 2011 | 14:38 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Jebolnya tanggul penyuplai air bersih di Kalimalang, Jakarta Timur pada Rabu malam (31/8) tidak bisa dijadikan alasan terhentinya suplai air bersih selama hampir sepekan kemarin di beberapa wilayah Jakarta.

Menurut pengamat perkotaan, Tom Pasaribu, alasan itu terlalu mudah dijadikan pembenaran oleh PAM Jaya maupun PT. Aetra dan PT. Palyja untuk lari dari tanggung jawab menjaga pasokan air bersih dan air minum kepada masyarakat Jakarta.

Sesuai dengan PP Nomor 94 tahun 1999, jelas Tom, yang menguasai sebagian aliran sungai adalah Perum Jasa Tirta II yaitu meliputi 74 sungai dan anak-anak sungai. Wilayah pelayanan Perum Jasa Tirta II pada dua Provinsi yaitu Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta yang mencakup Kota Jakarta Timur, Kota Madya Bekasi, Kabupaten Bekasi.


"PT. Aetra dan PT. Palyja hanya sebatas membeli bahan baku untuk air bersih dan air minum kepada Perum Jasa Tirta II," katanya kepada Rakyat Merdeka Online, Senin (5/9).

Sementara dalam kesepakatan kerjasama dengan PAM Jaya, tanggungjawab dari PT Aetra dan Palyja adalah menyediakan keahlian dan dana serta sumber daya lainnya yang berkaitan dengan rancangan konstruksi, pengelolaan (termasuk pembacaan meter, penyiapan rekening tagihan dan penagihan) dan pengoperasian fasilitas-fasilitas produksi dan distribusi air bersih dan air minum, sementara PAM Jaya bertanggungjawab dalam memproduksi dan mendistribusikan air bersih dan air minum.

"Sesuai dengan MOU, seharusnya pasokan air bersih dan air minum untuk wilayah DKI Jakarta tidak pernah bermasalah kalau PT.Aetra dan PT. Palyja benar-benar memiliki keahlian dan dana untuk mengembangkan serta mengelola air bersih dan air minum di DKI Jakarta," lanjut Tom.

Tom mengatakan, kedua mitra PAM Jaya tersebut tidak memiliki kemampuan untuk menciptakan bahan baku sendiri, tetapi hanya mampu membeli bahan baku air dari Perum Jasa Tirta II.

"Sudah selayaknya MoU kedua perusahaan asing tersebut dibatalkan karena tidak cakap dan tidak mampu dalam mengelola air bersih dan air minum di wilayah DKI Jakarta," ucapnya.

Dia menambahkan, tujuan kerjasama tersebut yaitu mengembangkan pelayanan air bersih dan air minum di wilayah DKI Jakarta. Namun kenyataannya kedua perusahaan tersebut hanya merampok aset PAM Jaya senilai Rp 1.775.299.905.389 dan biaya depresiasi atas aset yang digunakan dibebankan kepada PAM Jaya sebesar Rp 960.591.982.519.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya