Berita

ilustrasi, busway

Nusantara

Naik Transjakarta Tetap Saja Macet

Jalur Busway Sering Disesaki Kendaraan Lain
KAMIS, 01 SEPTEMBER 2011 | 00:49 WIB

RMOL.Kemacetan parah di Jakarta membuat pengendara kerap nekat, seperti mengambil jalur busway. Padahal, jalur ini  berbahaya bagi keselamatan nyawa pengendara lain. Hal itu antara lain sering terjadi di jalur busway koridor 6 jurusan Ragunan-Kuningan.

Kemacetan di Jakarta bu­kan­lah hal baru. Namun, belum ada solusi yang jelas untuk me­nun­taskan masalah yang satu ini. Bahkan, busway sebagai jalur khusus bus Transjakarta yang tadi­nya diharapkan masyarakat peng­guna angkutan umum se­ba­gai jalan keluar untuk meng­- hin­dari kemacetan, tetap saja terje­bak kemacetan.

Hal itu pula yang dirasakan Rakyat Merdeka saat menelusuri busway koridor 6 jurusan Ra­gunan-Kuningan. Pagi itu, waktu menunjukkan pukul 08.30 WIB. Para penumpang yang memulai aktivitas mereka, harus berhim­pitan. Beberapa petugas keama­nan berjaga-jaga di dalam halte busway. Saat itu, jalan raya dari arah Ragunan menuju Kuningan sudah padat merayap. Mobil, se­peda motor dan angkutan umum hanya dapat berjalan pelan.

Seorang penumpang ber­nama Rika Triana (33) menga­takan, kemacetan dari arah Ragu­nan menuju Kuningan mem­buat­nya sangat kesal. Dia meminta Peme­rintah Provinsi DKI Jakarta segera menuntaskan masalah kemacetan ini. “Saya dari rumah jam setengah enam pagi. Tapi, sampai kantor tetap saja jam 10, padahal sudah naik Trans Ja­karta,” curhatnya.

Yang membuatnya tambah kesal, naik Transjakarta tidak ada bedanya dengan naik ken­daraan umum lain. Menurutnya, yang membedakan hanya harga dan fasilitas AC. Soal AC pun, lan­jut dia, banyak juga bus lain yang menggunakan pendingin itu.

“Naik Transjakarta tetap saja kena macet. Itu karena ba­nyak kendaraan lain yang masuk jalur busway,” kesal wanita yang bekerja di salah satu perusahaan provider alat komunikasi ini.

Penumpang lain, Sumarno (46), juga sangat menyesali ba­nyaknya kendaraan lain yang menyerobot jalur busway. Pada­hal, katanya, menyerobot jalur busway sama saja dengan meng­an­tarkan nyawa sendiri.

“Se­penge­tahuan saya, yang paling sering melanggar itu se­peda mo­tor,” katanya.

Dia bercerita, pada Jumat (19/8) lalu, sebuah Kopaja dari arah Mampang menyerobot jalur bus­way. Tiba-tiba, Kopaja itu  mo­gok. “Hasilnya macet pan­jang banget. Saya pun sampai rumah telat, waktu itu kejadian­nya saat saya pulang kerja ma­lam hari,” tandasnya.     

Pengemudi bus Transjakarta yang enggan me­nye­butkan nama­nya, sangat menyesal­kan aksi pe­nyerobotan ja­lur busway yang kerap kali dila­kukan para penge­mudi kendaraan umum atau pri­badi. Menurut sang sopir, aksi pe­nyerobotan jalur bus­way meru­pakan tinda­kan konyol yang bisa mengaki­batkan kema­tian.

“Kami sebagai penge­mu­di sa­ngat kesal jika ada aksi itu. Un­tungnya saya tidak pernah me­nab­rak mereka. Paling saya kasih klakson yang kencang biar mere­ka langsung ngibrit,” ucap­nya.

Menurutnya, minim­­nya pe­nga­wasan petugas keama­nan juga sangat mempengaruhi ter­jadinya aksi penyerobotan jalur busway. Seharusnya, petugas segera m­ener­tibkan para pe­nye­r­o­bot jalur bus­way. “Sudah jelas pe­ra­tur­annya bahwa penye­ro­botan jalur busway itu meru­pakan suatu pelanggaran,” tegas­nya.

Pantauan Rakyat Merdeka selama naik Transjakarta jurusan Ragunan-Kuningan, sejumlah pengendara sepeda motor me­nye­robot jalur busway. Padahal, saat itu Transjakarta dalam ke­cepatan yang cukup tinggi, sekitar 80 km per jam.  

Ketika memasuki kawasan Mampang Prapatan, kemacetan semakin merajalela. Kali ini tak hanya motor yang me­nyerobot jalur busway, tapi juga bus Kopaja. [rm]


Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya