Berita

Mushtaq Ahmed

Olahraga

Kampanyekan Anti Teroris

RABU, 31 AGUSTUS 2011 | 09:15 WIB

RMOL. Persiapan pemerintah Ing­gris menggelar Olimpiade Lon­don 2012 terus mendapat du­kungan. Salah satunya duku­ngan mencegah terjadinya aksi terorisme saat berlangsungnya event olahraga terbesar ini.

Bekas atlet kriket asal Pakis­tan, Mushtaq Ahmed, menjadi motor penggerak kampanye anti teroris di Olimpiade 2012. Dalam kam­pa­nye­nya, Ahmed merilis sebuah re­kaman video berisi dukungan men­cegah aksi terorisme.

“Tak seorang pun yang sa­ling melecehkan budaya dan agama orang lain di sini. Yang terpen­ting di Inggris adalah, ma­sya­ra­kat­nya membebaskan Anda me­lakukan apa saja yang Anda mau,” kata Ahmed yang kini men­jadi pelatih kriket timnas Inggris.


Tidak hanya berpromosi un­tuk mencegah aksi teror di Ing­gris. Dalam videonya, atlet ber­usia 40 tahun itu juga me­ngungkapkan toleransi berada di kalangan atlet. Menurutnya, hal itu membantu menjalankan ajaran Islam, meski mayoritas penduduk Inggris non Muslim.

“Saya ingat ketika saya men­jadi pemain profesional di tim kriket Somerset. Teman-teman satu tim selalu mengi­ngatkan waktu salat pada saya,” katanya.

Di cabang olahraga kriket, nama Ahmed cukup disegani di Inggris. Teknik permainannya sangat memukau dan mam­pu menipu tim lawan. Ka­rena ke­ahliannya itulah, atlet beragama Islam itu menjadi idola di Inggris.

Kepiawaian Ahmed, rupanya telah menjadi teladan bagi ba­nyak anak muda di Pakistan. Apalagi, dia dipandang mampu merangkul masyarakat Inggris karena prestasinya di bidang olahraga.

Atlet kelahiran Punjab ini me­nuturkan, keimanannya ter­hadap Islam semakin kuat, setelah seorang bekas atlet kri­ket yang juga asal Pakistan mem­berinya nasihat soal ke­damaian Islam.

“Kita hidup di sebuah negara Inggris, kita salat lima waktu, di  sana juga ada masjid. Kebe­basan ada di sini. Itu yang harus kita jaga,” katanya.   [rm]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Pasar Jaya Minta Maaf soal Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati

Minggu, 29 Maret 2026 | 00:01

BRIN Gandeng UAG University Kolaborasi Perkuat Talenta Peneliti Indonesia

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:40

Masyarakat Apresiasi Bazar dan Hiburan Rakyat di Monas

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:30

Menata Ulang Skema Konsesi Bandara

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:00

Tak Bisa Asal Gugat, Sengketa Partai Harus Selesai di Internal Dulu

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:41

Peradilan Militer Punya Legitimasi dan Tak Bisa Dipisahkan dari Sistem

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:21

Pasar Murah di Monas, Pemerintah Salurkan Ratusan Ribu Paket Sembako

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:05

Juara Hafalan Al-Quran di Lybia, Pratu Nawawi Terima Kenaikan Pangkat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:41

Rudal Israel Hantam Mobil Pers, Fatima Ftouni Jurnalis Al Mayadeen Gugur

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:37

DPR Optimistis Diplomasi Pemerintah Amankan Kapal Pertamina di Selat Hormuz

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:17

Selengkapnya