Berita

Psikolog Politik: Nazaruddin Psikopat?

SELASA, 23 AGUSTUS 2011 | 22:51 WIB | LAPORAN:

RMOL. Ada anggapan M Nazaruddin saat ini kena gangguan jiwa karena tertekan. Alasannya, kini sikap Nazaruddin berubah 180 derajat, dari yang begitu galak saat dalam pelarian menjadi begitu lemah bahkan mengaku lupa segalanya. Namun, bagi pakar psikologi politik UI Prof Hamdi Muluk, Nazar tidak kena apa-apa. Nazar memang berubah karena ingin mempengaruhi psikologis masyarakat dengan bersandiwara seolah-olah dirinya tertekan dengan tujuan agar kasusnya menjadi kabur.

“Dia (Nazar) itu orangnya lihai. Dia bisa memainkan semua cara untuk memanipulasi, termasuk memanipulasi perasaan orang dengan permainan wataknya,” kata Hamdi usai diskusi yang bertajuk “Peluru Kosong Nazaruddin” di kantor Charta Politika, Jakarta Selatan, Selasa (23/8).

Sayangnya, kata Hamdi, sekarang banyak masyarakat yang terpengaruh dengan permainan dan sinetron Nazar. Bahkan, saat ini ada yang lebih banyak simpati pada Nazar ketimbang pada KPK yang sedang menangani kasusnya. Karena itu, dia menghimbau agar masyarakat jangan tertipu lagi. Sebab, Nazar akan terus memainkan sinetronnya untuk mengelabui.


“Besok-besok jangan percaya lagi. Dia mau bilang sakit perut, depresi, jigrak-jigrak, atau ketawa-ketawa, acuhin saja, jangan dipedulikan. Proses hukum untuk harus terus berjalan,” terangnya.

Untuk menguatkan keterangannya, Hamdi menerangkan sedikit mengenai teori psikologi politik. Kata dia, dalam salah satu teori psikologi politik, politisi itu terbagi dalam berbagai tipe. Di antaranya tipe legislator, tipe diktator, tipe propokator, dan tipe orang rakus yang hanya ingin cari untung. Tipe terakhir ini bisa dikatakan sebagai politisi psikopat. Namun, yang dimaksud bukan berarti kelainan jiwa mendorong untuk membunuh seseorang, tapi orang yang rakus dan suka menggunakan berbagai cari untuk cari untung.

Apakah Nazar termasuk politisi psikopat? Hamdi tidak bisa memastikan. Soalnya, hingga kini dirinya belum pernah memeriksa Nazaruddin. “Saya juga tidak bisa memvonis dia psikopat. Sebab, kalau psikopat, dia bisa lolos dari hukum,” katanya.
Namun yang jelas, kata Hamdi, Nazar bukanlah orang bener. Dari selewat saja sudah diketahui bahwa Nazar adalah orang yang suka memanipulasi berbagai persoalan untuk keuntungannya.

“Dia bukan orang yang kehidupan moralnya terjaga. Kecenderung-kecenderungan dia selalu memanupulasi. Kesimpulannya, orang ini nggak lurus. Sebab, kalau lurus, nama mungkin dia bisa bertahan dengan bisnisnya seperti itu,” jelas Hamdi.

Lalu, bagaiamana mengatasi Nazar yang saat ini bungkam? Hamdi menegaskan tidak masalah Nazar mau bungkam atau tidak. Sebab, untuk membuktikan kesalahannya, KPK tidak hanya bisa tanya Nazar, tapi juga bisa menyelidiki melalui orang lain.

“Saya rasa KPK tahu itu. Jadi, nggak masalah dia mau bungkam, mau tunggang langgang, atau mau pura-pura gila, proses hukum lanjutkan saja,” tandasnya. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya