Berita

Nusantara

Banten Butuh Perubahan Nyata, Bukan Wacana

SELASA, 23 AGUSTUS 2011 | 18:28 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Provinsi Banten yang tahun ini akan menginjak usia 11 tahun, tengah dalam era pertumbuhan yang luar biasa di segala sektor. Mulai dari pertumbuhan penduduk, pertanian dan peternakan, pendidikan, pariwisata, infrastruktur, dan lain sebagainya.

"Banten telah banyak mencapai kemajuan di berbagai bidang pembangunan dan mendapat pengakuan secara nasional dengan diterimanya sederet penghargaan dari presiden dan pemerintah pusat. Artinya, dibandingkan lima tahun lalu, perubahan yang terjadi sangat signifikan," kata Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Banten, Tubagus Luay Sofhani, dalam pernyataan terulis yang diterima Rakyat Merdeka Online, Selasa (23/8).

TB. Luay Sofhani mengatakan, dalam bidang infrastruktur jalan, yang selama ini mendapat sorotan paling besar, Banten sudah mengalami perubahan yang nyata pada sebagian besar jalan-jalan utama. Di sektor pertanian, Banten kini menjadi salah satu lumbung padi nasional, karena berhasil meningkatkan produksinya bahkan meraih surplus.


"Di bidang laju pertumbuhan penduduk, Banten juga mampu mengendalikan melalui pelaksanaan program Keluarga Berencana yang telah dinilai berhasil secara nasional. Sementara investasi di Banten juga cenderung meningkat, sehingga dapat mengurangi angka pengangguran. Dan masih banyak keberhasilan lain yang bisa dicatat," papar TB. Luay Sofhani.

Oleh sebab itu, menurutnya, kepemimpinan Hj. Ratu Atut Chosiyah sebagai Gubernur Banten perlu terus diberikan dukungan agar roda pembangunan di Banten dapat berjalan secara berkesinambungan.

"Banten ke depan membutuhkan perubahan yang berkelanjutan, bukan perubahan yang masih berupa wacana," tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) Banten, Jayeng Rana, dalam rilis yang sama menyatakan, keputusan mencalonkan H. Rano Karno sebagai calon Wakil Gubernur mendapingi Ratu Atut didasari semangat penguatan visi pembangunan yang dapat menyentuh langsung kepada kesejahteraan masyarakat Banten.

"Kerja keras pemerintah provinsi dibawah kepemimpinan Ratu Atut Chosiyah diakui telah meraih sejumlah pencapaian yang pantas diberikan apresiasi. Namun, memang tidak ada hasil pembangunan yang bisa diraih secara instan. Oleh sebab itu, Atut harus didampingi oleh sosok yang memiliki komitmen untuk memberikan penguatan pada arah kebijakan pembangunan ke depan," katanya.

Menurutnya, Rano Karno merupakan figur yang tepat untuk mendampingi Atut. Ia tidak hanya memiliki popularitas, melainkan juga sudah menunjukkan komitmennya terhadap semangat menciptakan pemerintahan yang bersih untuk mengedepankan kepentingan rakyat kecil.

"Dalam sektor inilah Rano Karno akan memainkan peranannya," tambah Jayeng Rana.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya