Berita

yunus hussein/ist

Yunus Hussein Lemahkan Pengusutan Centurygate

SELASA, 23 AGUSTUS 2011 | 17:05 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Yunus Hussein tidak layak memimpin KPK. Rekam jejak Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) itu dalam hal pemberantasan korupsi sangat buruk. Nyaris tidak ada kasus korupsi yang terbongkar dari hasil kerja PPATK.

Padahal sebagai Kepala PPATK, ia memiliki kemampuan dan kewenangan serta perangkat untuk mengendus praktik pencucian uang yang dilakukan para koruptor di negeri ini. 

Oleh sebab itu, Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie M Massardi, akan berkoordinasi dan meminta Komisi III DPR RI agar tidak memilih Yunus Hussein sebagai salah satu pimpinan KPK dalam fit and propper test yang akan dilakukan setelah Lebaran nanti.


Selain Yunus Hussein, menurut Adhie, sebenarnya masih ada beberapa lagi di antara delapan calon pimpinan KPK hasil Pansel yang diketuai Menkumham Patrialis yang tidak layak memimpin KPK. Pansel, menurut Adhie, tidak memiliki kriteria yang jelas dalam menyeleksi para kandidat pimpinan KPK.

"Tapi yang paling tidak layak ya Yunus Hussein itu. Di bawah kepemimpinan dia, PPATK bahkan tak sanggup melacak jejak aliran dana skandal rekayasa bailout Bank Century yang Rp 6,7 triliun itu. Ini sangat janggal," ujar Jubir Presiden era Gus Dur ini, Selasa (23/8).

Tokoh oposisi ini menengarai PPATK sengaja menyembunyikan jejak aliran dana Centurygate. Dia ingat ketika PPATK belum lahir, Pansus Bank Bali (1999) bisa melacak aliran dananya hingga tujuh lapis ke bawah.

"Jangan sampai agenda terbesar KPK yang baru ini, menuntaskan skandal rekayasa bailout Bank Century jadi gagal," tandas Adhie Massardi.[ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya