Berita

M NAZARUDDIN/IST

KP3I: Terjadi Kebohogan Publik Dibalik Pemulangan Nazaruddin

MINGGU, 14 AGUSTUS 2011 | 14:25 WIB | LAPORAN:

RMOL. Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3i) melihat sejumlah kejanggalan dari penangkapan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin.

"Terjadi kebohongan publik dari penangkapan Nazaruddin. Bahkan saya menduga sudah didesain," kata Direktur Eksekutif KP3I Tom Pasaribu ketika dihubungi Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Minggu, 14/8).

Tom membeberkan kebohongan publik dibalik penangkapan  Nazaruddin tersebut.  Pertama soal penangkapan. Pihak kepolisian Kolombia mengatakan, kalau mereka menangkap Nazaruddin bersama dengan tiga orang lainnya.  Mereka adalah istri Nazaruddin, adik Nazaruddin dan seorang warga negara Singapura. Penangkapan pun, menurut Tom bukan di kafe seperti versi pemerintah, tapi di Bandara Kolombia, Rafael Nunes Cartagena. Kedutaan Besar Indonesia untuk Kolombia mengatakan kalau peristiwa penangkapan terhadap Nazaruddin terjadi pada tanggal 7 Agustus. Sementara versi kepolisian Kolombia, mantan anggota Komisi III dan Komisi VII DPR  6 Agustus.
 

 
"Dari fakta-fakta ini saya menduga penangkapan Nazaruddin sudah  by design. Apalagi Kedubes Kolombia menyebut penangkapan terjadi pada 7 Agustus," kata Tom lagi.

Kejanggalan lainnya, menurut Tom adalah jumlah orang yang ditangkap polisi Kolombia. Mereka menyebut ada empat orang yang ditangkap. Sementara Kedubes Indonesia untuk Kolombia sama sekali tidak menyebutkan hal itu. Justru  yang terekspos ke publik  hanya Nazaruddin saja yang ditangkap.

Bahkan, ketika Nazaruddin ditangkap kuasa hukumnya OC Kaligis tidak diperkenankan menemui kliennya tersebut. Dari sini, Tom  merasa heran kenapa istri, adik Nazaruddin tidak dipulangkan bersama-sama dengan Nazaruddin.

"Ada apa. Apa yang dilakukan Kedubes Indonesia untuk Kolombia untuk kepentingan bangsa atau kepentingan kelompok," tanya Tom. [dry]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya