Berita

Bermasalah dengan Demokrat, KPK Jangan Tangani Nazaruddin

KAMIS, 11 AGUSTUS 2011 | 13:42 WIB | LAPORAN:

RMOL. Muhammad Nazaruddin adalah "bom atom" pembersihan Indonesia dari virus korupsi yang berurat akar dari kekuasaan legislatif, eksekutif, yudikatif sampai kelompok pengusaha.

"Kalau pakai istilah kita, ini namanya ruwatan republik untuk bersih-bersih. Cuma pertanyaannya, siapa yang akan tangani? Kalau dipegang KPK, bermasalah, apalagi pengakuan Benny Harman (Ketua Demokrat) yang membenarkan pertemuan KPK dengan dirinya," ujar aktivis pro-demokrasi, Fadjroel Rachman, kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, Kamis (11/8).

Menurutnya, Nazaruddin lebih baik ditangani Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Penyidikan dari kepolsian dan KPK dalam perkara yang melibatkan Nazaruddin dikoordinir LPSK. Tapi dia mengaku skeptis, dalam proses hukum itu. Yang dia takutkan, ada saksi kunci yang hilang dalam penyidikan seperti terjadi dalam kasus dugaan suap pimpinan KPK dan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan di Indonesia Timur yang menyeret petinggi Demokrat, Jhonny Allen.


"Jadi ada kemungkinan prosedur nanti akan terpotong sehingga pembuktian formil dan materiil tidak cukup. Kalau itu terjadi, Nazaruddin dikenai satu kasus saja dalam kasus Wisma Atlet," ucapnya.

Selain itu, menurutnya dalam kondisi ini, berat sekali mengharapkan KPK yang akan membongkar korupsi Nazaruddin yang diduga kuat sepengetahuan partainya, Partai Demokrat. Pemilihan empat pimpinan baru KPK di Komisi III juga dikhawatirkan disusupi kepentingan partai yang terancam.

"Apakah Komisi III akan memilih KPK yang mau bongkar Nazaruddin. Pertanyaan besarnya itu, Komisi III mayoritasnya orang Demokrat. Kita sudah tahu siapa yang akan menolaknya, pasti Demokrat," ucapnya.[ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya