Berita

presiden sby/ist

BUBARKAN PEMERINTAH

Aktivis 98 Dukung 45 Tokoh

RABU, 10 AGUSTUS 2011 | 18:16 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Aktivis 98 sepakat dengan tuntutan 45 tokoh bangsa yang menginginkan percepatan pergantian kepemimpinan nasional. Pemerintah dianggap sudah tidak dapat lagi mengatasi persoalan rakyat Indonesia yang semakin hari hidupnya semakin sulit.

Menurut mereka, korupsi akut yang dilakukan oleh penyelenggara negara semakin terbuka dan tidak punya rasa malu seperti kasus Bank Century atau korupsi APBN yang dilakukan mantan petinggi Partai Demokrat M Nazaruddin. Konflik vertikal dan horizontal seperti terjadi di tanah Papua juga tidak mendapat penanganan yang signifikan.

"Semua masalah tersebut tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah SBY-Boediono, bahkan kecenderungannya melakukan pembiaran, pemerintah tidak hadir di tengah warga negara yang mengalami frustasi sosial," kata tokoh aktivis 98, Ahmad Kasino, kepada Rakyat Merdeka Online, Rabu petang (10/8).


Para tokoh bangsa yang menuntut tuntutan pergantian kekuasaan adalah refleksi dari keresahan dan kegaluan masyarakat. Keresahan itu tercermin dalam pemberitaan media massa soal generasi muda yang tidak dapat melanjutkan sekolah karena alasan biaya tinggi.

"Kita juga ingat kisah seorang bapak yang menggendong mayat anaknya dari Jakarta ke Bogor karena tidak punya biaya untuk membayar ambulance. Semua persoalan itu karena ketidakmampuan pemerintah SBY-Boediono menjalankan amanat konstitusi yaitu menciptakan masyarakat sejahtera, adil dan makmur," terangnya.

"Kami aktivis 98 mendukung 45 tokoh bangsa yang ingin melakukan perubahan, dan mengajak para tokoh itu bergabung dengan mahasiswa, pemuda dan buruh," tandasnya.

45 tokoh nasional berkumpul di Hotel Four Season, Jakarta Senin malam (8/8). Dengan tegas mereka menyatakan sikap jika pemerintahan SBY-Boediono telah melenceng dari tujuan dan cita-cita kemerdekaan

Setidaknya ada tujuh krisis nasional yang melanda kala SBY berkuasa. Yakni krisis kewibawaan kepala pemerintahan, krisis kewibawaan kepala negara, krisis kepercayaan terhadap parpol, krisis kepercayaan kepada parlemen, krisis efektifitas hukum, krisis kedaulatan sumber daya alam, krisis kedaulatan pangan, krisis pendidikan, krisis integrasi nasional.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya