Berita

Charles Graner Jr/ist

Dunia

Penyiksa di Penjara Abu Ghraib Dibebaskan

MINGGU, 07 AGUSTUS 2011 | 11:12 WIB | LAPORAN:

RMOL. Seorang tentara cadangan berpangkat Kopral, Sabtu kemarin (6/8) yang dihukum atas penyalahgunaan terhadap tahanan di penjara Abu Ghraib, Irak, kini dibebaskan dari penjara militer AS.

Charles Graner Jr, dibebaskan dari Barak Disiplin AS di Fort Leavenworth, Kansas, setalah menjalani hukuman lebih dari enam setengah tahun. Seharusnya, Graner menjalani hukuman 10 tahun. Namun, petugas pemasyarakatan sipil itu akhirnya dibebaskan di bawah aturan yang mencakup hari libur, karena perilakunya yang baik selama di penjara. Demikian jurubicara militer, Rebecca Steed, mengatakan seperti dilansir Al Jazeera (6/8).
 
Selanjutnya, Graner akan berada di bawah pengawasan seorang petugas percobaan hingga 25 Desember 2014 mendatang. Graner dan enam anggota Kelompok Polisi Militer 372 yang berbasis di Maryland lainyya, didakwa pada 2004 lalu. Tahanan berusia 42 ini, dihukum karena pelanggaran yang mencakup perlakuan keras dan kasar. Salah satu bukti terkuat ialah foto-foto tentara AS yang menyeringai tengah berpose di samping tahanan telanjang, sembari  menumpuk mereka di piramida atau mengikatnya pada tali. Para tahanan yang ditumpuk ke dalam sebuah piramida ini, kemudian dipukul salah satu kepala dari mereka hingga keluar.


Tidak hanya itu, tahanan Irak itu juga kerap disuruh untuk bertelanjang, ditumpuk, dipasung, dijepit dan ditusuk, disetrum, salah satu anggota badannya dimutilasi, bahkan diperintahkan untuk masturbasi sembari tentara itu merekam gambar. Namun, atas tindakan yang dinilai brutal ini, Graner justru berdalih bahwa tindakan adalah bagian rencana yang diarahkan petugas intelijen militer AS untuk melunakkan tahanan ketika tengah diinterogasi.

Graner sendiri, adalah terdakwa Abu Ghraib terakhir yang dibebaskan. Ia juga terdakwa yang menerima hukuman terpanjang. Sementara itu, tugas Graner dalam militer berakhir pada akhir 2014 mendatang. Karenanya, hingga saat itulah pengawasan pembebasannya bisa ditangguhkan.

Istrinya, Megan Ambuhl, yang juga anggota dari unit militer lain, juga menjadi terdakwa  dalam skandal ini. Ambuhl keluar dari Angkatan Darat, setelah ia mengaku bersalah atas kelalaian tugas. Karena ia gagal mencegah atau melaporkan penganiayaan tersebut. Selain itu, tujuh penjaga dan empat prajurit berpangkat rendah dihukum atas kejahatan Abu Ghraib tersebut.

Hal itu memicu perdebatan di AS sendiri, apakah tehnik interogasi kasar semacam itu disetujui oleh Pentagon. Bahkan, foto-foto yang mencengangkan tersebut turut menghebohkan AS di kancah hubungan internasional. Dalam hal ini, AS telah menjadi pelanggar terbesar hak asasi manusia. Sementara itu, mantan Jaksa Tentara Christopher Graveline, menggambarkan Graner dalam bukunya tahun 2010 sebagai "Rahasia Abu Ghraib yang terungkap." Sedangkan jaksa Charles W Gittins, menyebut Graner di pengadilan sebagai "tahanan politik dari kebijakan Irak AS yang gagal dan tidak ada gunanya." Gittins adalah jaksa yang mewakili Graner, dalam banding di pengadilan tertinggi militer tahun lalu. [wid]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya