Berita

Olahraga

PSSI Datangkan Penasihat Fisik Barcelona

Benahi Stamina Jelang Ronde Ketiga Pra Piala Dunia
JUMAT, 05 AGUSTUS 2011 | 07:17 WIB

RMOL. Tak mau sekadar numpang le­wat di ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2014, manajemen tim­nas Indonesia menda­tang­kan pelatih fisik ternama, Ray­mond Verheijen.

“Kami sadar, satu kelemahan timnas kita adalah kestabilan fi­sik selama 90 menit. Ini sangat pen­ting, karena menghadapi Iran, Bahrain dan Qatar di Grup E, kita su­dah kalah bodi dan kecepatan, mes­ki tidak selalu memberi ke­un­tungan bagi mere­ka. Saya ya­kin, meski dengan persiapan sing­kat, di tangan Raymond le­vel fisik para pemain kita bisa ja­uh lebih baik,” ujar Djohar Ari­fin, Ketua Umum PSSI.

Manajemen tim­nas, jelas Djo­har, mengontrak Raymond de­ngan sistem part time. Karena, saat ini dia sedang menangani tim­­nas Wales.


“Kita sudah hubungi dia. Raymond juga sudah mengi­rimkan proposal metode latihan yang akan dilakukan dan perala­tan yang dibutuhkan. Saya opti­mis, kita bisa bermain cepat se­cara konstan,” tambah Djohar Arifin.

Raymond sudah memi­liki na­ma tersendiri di jagad se­pakbola internasional. Dia adalah pelatih fisik timnas Korea Selatan di putaran final Piala Du­nia 2002. Dia berhasil mem­bu­at fisik Park Ji Sung dan kawan-kawan se­olah-olah tak per­nah habis. Raymond menjadi ti­tik sentral pelatih Guus Hid­dink, sembilan tahun silam.

Selain Wales dan Korsel, ia ju­ga menjadi tim penasihat fisik Barcelona, Chelsea dan Zenit St Petersburg, juga Rusia dan tim­nas Belanda. Sayang, Djohar eng­gan mengungkapkan nilai kontrak part time Raymond Ver­heijen. Dia hanya membeber­kan sedikit sistem kerja sang pe­latih fisik jempolan tersebut.

“Simpelnya, dia datang, meli­hat kualitas fisik pemain, melak­sa­na­kan sesuai program yang su­dah dibuatnya dan terus men­dam­pingi setiap pertanding­an timnas Pra Piala Dunia. Dia juga akan memonitor perkembangan timnas,” jelasnya.

Timnas Indonesia dipastikan batal meng­gelar laga uji coba melawan Ma­lay­sia yang sedia­nya digelar 14 Agustus men­da­tang di Kuala Lumpur.

“Tadi pagi mereka  mengabar­kan pembatalan tanpa alasan  je­las,” ujar Koordinator Tim­nas yang juga anggota Ko­mite Ek­sekutif PSSI, Bob Hippy.

Hingga saat ini baru Korut yang bersedia berujicoba, na­mun terkendala uang tampil yang kemahalan. Sementara Oman me­minta laga di Oman. Indo­nesia tak setuju karena waktu perjalanan ke Oman yang terlalu lama. Jadi, semuanya masih be­lum jelas.   [rm]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Catat 94 Ribu Pejabat Belum Lapor LHKPN

Minggu, 29 Maret 2026 | 10:20

Implementasi PP Tunas Jangan Sekadar Formalitas

Minggu, 29 Maret 2026 | 10:13

Gelombang Aksi “No Kings” Meledak di Seluruh AS, Tuntut Trump Lengser

Minggu, 29 Maret 2026 | 09:25

87 Persen Penyelenggara Negara Sudah Lapor LHKPN

Minggu, 29 Maret 2026 | 09:22

Kejagung Bongkar Praktik Tambang Ilegal Samin Tan

Minggu, 29 Maret 2026 | 09:01

Pramono Upayakan Tak Ada PHK di Tengah Wacana Pembatasan Belanja Pegawai

Minggu, 29 Maret 2026 | 08:46

Pemerintah Wajibkan Platform Digital Patuhi PP Tunas Tanpa Kompromi

Minggu, 29 Maret 2026 | 08:32

Kemenhaj Optimistis Operasional Haji 2026 Sesuai Rencana

Minggu, 29 Maret 2026 | 08:10

WFH Jumat Bisa Ciptakan Life Balance dan Tetap Produktif

Minggu, 29 Maret 2026 | 07:30

Pemprov DKI Dukung Program Presiden soal Hunian Layak Warga Rel

Minggu, 29 Maret 2026 | 07:15

Selengkapnya