Berita

Olahraga

Soal Gaji, NBA Nuntut Pemain

Pertemuan Pemain dan Klub
KAMIS, 04 AGUSTUS 2011 | 03:48 WIB

RMOL. Pertemuan antara para pe­main NBA dengan pemilik klub NBA belum ada titik terang. Bahkan, muncul masalah baru yaitu sang mediator NBA balik menuntut para pemain.

Pertemuan yang dimotori Asosiasi Pemain NBA (NBA­PA) untuk menyelesaikan soal gaji pemain, malah dituntut ba­lik oleh NBA. Pihak NBA yang seharusnya sebagai pene­ngah masalah lockout ini ma­lah mengajukan tuntutan hu­kum kepada NBAPA.

“Ada dua tuntutan yang di­ajukan kepada NBAPA yakni prak­­tek perburuhan yang tidak fair, tuntutan ini dibawa ke Na­tio­nal Labor Relations Board. Ke­­dua, tuntutan hukum ke pe­ng­adilan federal distrik di New York,” demikian keterangan NB­A seperti dilansir situs res­minya.


Tuntutan yang dilakukan NBAPA pada pertemuan Senin la­lu, ternyata tidak disukai pi­hak NBA. Bahkan, NBA me­nuduh pemain tidak kooperatif dalam melakukan negosiasi an­tara pemain dan pemilik klub.

Komisioner NBA David Stern menyatakan, pertemuan pada hari Senin lalu, tidak pro­duktif. “Tampaknya tak ada ke­seriusan dari usaha pemain dan kami terus mempelajari de­sertifikasi (tuntutan) mereka,” ujarnya.

Sebelumnya, proses deser­ti­fikasi dengan melakukan tun­tu­tan itu berhasil diterapkan para pemain National Football League (NFL) untuk me­nye­lesaikan 4,5 bulan masa lock­out yang dijalaninya. Meski­pun begitu, Stern tidak yakin keberhasilan akan terjadi pada kasus NBA.

“Kami menilai meski mere­ka mempersiapkan untuk meng­­gunakan strategi yang sa­ma dengan NFL. Tampaknya, kita tidak akan bisa mencapai ke­­sepakatan yang dimaksud­kan,” katanya.

Kecaman yang dilakukan NBA terhadap NBAPA, lang­sung ditanggapi keras Direktur Eksekutif NBAPA, Billy Hun­ter. “Tindakan NBA itu benar-be­­nar tidak terhormat,” tandasnya.

Hunter kecewa atas keputu­san NBA yang balik mengan­cam “gerbongnya” yaitu NBA­PA. Padahal, dia meminta NBA menjadi mediator agar permasalahan ini cepat selesai demi terlaksananya kompetisi 2011/2012.

“Kami mendesak NBA un­tuk terus terlibat dengan kami dalam proses tawar menawar dan menggunakan waktu yang pendek ini secara lebih produk­tif. Ternyata hasilnya menge­ce­wakan,” katanya.   [rm]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Catat 94 Ribu Pejabat Belum Lapor LHKPN

Minggu, 29 Maret 2026 | 10:20

Implementasi PP Tunas Jangan Sekadar Formalitas

Minggu, 29 Maret 2026 | 10:13

Gelombang Aksi “No Kings” Meledak di Seluruh AS, Tuntut Trump Lengser

Minggu, 29 Maret 2026 | 09:25

87 Persen Penyelenggara Negara Sudah Lapor LHKPN

Minggu, 29 Maret 2026 | 09:22

Kejagung Bongkar Praktik Tambang Ilegal Samin Tan

Minggu, 29 Maret 2026 | 09:01

Pramono Upayakan Tak Ada PHK di Tengah Wacana Pembatasan Belanja Pegawai

Minggu, 29 Maret 2026 | 08:46

Pemerintah Wajibkan Platform Digital Patuhi PP Tunas Tanpa Kompromi

Minggu, 29 Maret 2026 | 08:32

Kemenhaj Optimistis Operasional Haji 2026 Sesuai Rencana

Minggu, 29 Maret 2026 | 08:10

WFH Jumat Bisa Ciptakan Life Balance dan Tetap Produktif

Minggu, 29 Maret 2026 | 07:30

Pemprov DKI Dukung Program Presiden soal Hunian Layak Warga Rel

Minggu, 29 Maret 2026 | 07:15

Selengkapnya