pebalap McLaÂren Lewis Hamilton
RMOL. Isu team-order atau kongkaliÂkong kembali mencuat di paruh keÂdua balapan Formula Satu muÂsim ini. Tim McLaren dikabarÂkan tengah melakukan praktek terÂsebut untuk menghadang pesaingnya yaitu Red Bull.
McLaren dan Red Bull meruÂpakan kompetitor terpanas di muÂsim ini. Dua pebalap Red Bull Sebastian Vettel dan Mark WebÂber menguasai puncak klasemen, mereka dikuntit pebalap McLaÂren Lewis Hamilton. Untuk mengÂgenjot perolehan poin HaÂmilton, McLaren mengeluarkan strategi team-order.
Strategi ini memang kembali marak di kedepankan oleh para tim-tim papan atas seperti Red Bull dan Ferrari untuk memulusÂkan ambisinya.
Namun, kabar tersebut rame-rame dibantah tim McLaren. ButÂton menegaskan istilah team-order tidak ada dalam kamus takÂtik McLaren. Contoh konkretÂnya, seperti terjadi dalam GP HuÂngaria yang berlangsung akhir pekan lalu.
Button berhasil meraih podiÂum pertama setelah bersaing keÂtat dengan Lewis Hamilton yang beberapa kali melakukan kesaÂlahan, lantaran kerusakan radio yang membuatnya kesulitan berÂkomunikasi selama balapan.
Bekas pebalap Brawn GP itu pun membuat pengakuan timnya tidak memberikan sinyal bagiÂnya untuk mengalah dari HamilÂton. Hasilnya, pebalap asal IngÂgris tersebut berhasil merebut podium pertama dalam seri ke-11 lalu. “Tidak, saya tidak terkeÂjut meÂreka (tim) membiarkan kami saÂling bersaing,†kata ButÂton sebaÂgimana dikutip Planet F1, Rabu (3/8/2011).
“Kami tidak mendengar jika mereka mengatakan untuk munÂdur dan duduk di belakang rekan satu tim Anda. Itu tidak akan perÂnah terjadi. Tetapi mereka juga tidak akan pernah melakukannya dan kami tahu bahwa karena kaÂmi sebelumnya telah mengajuÂkan pertanyaan,†katanya.
Hal sama ditegaskan Direktur McLaren, Jonathan Neale. MeÂnuÂÂÂrutnya, strategi team-order bukan strategi dewasa di dunia balapan.
“Ketika Anda memiliki dua pebalap yang berdampingan, keÂmudian bertukar posisi saya pikir bagi kita semua itu tidak dewasa. Itu tak perlu diragukan. Martin Whitmarsh telah membuat seÂmuaÂnya jelas di masa lalu,†kata Neale.
Neale pun beranggapan, dua peÂbalap mereka, Button dan HaÂmilÂton sangat berpengalaman mengÂhadapi tekanan untuk menÂdapatkan hasil terbaik sesuai eksÂpektasi tim. “Jika kami meÂlakukan pekerjaan dengan baik sebagai tim, maka mereka akan menemukan yang terbaik satu sama lain di sirkuit dan kami berÂharap mereka bisa mengatasiÂnya,†lanjutnya.
Neale memberikan alasan, kunÂci kesuksesan terletak pada dua hal yaitu pebalap dan tim. Jika kedua aspek tersebut bersiÂnergi, kesuksesaan menjadi keÂnisÂcayaan. Lanjutnya, etos kerja McLaÂÂren tidak pernah berubah seÂperti beÂkas tim prinsipal McÂLaren, Ron Dennis menanamÂkan nilai-nilai sportifitas dalam tubuh McLaÂren.
[rm]