Berita

ahmad mubarok/ist

Mubarok Redam KLB, Anas Bukan Capres Demokrat

SENIN, 25 JULI 2011 | 11:01 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Karena sekadar menghasilkan komitmen dan imbauan, maka Rakornas Partai Demokrat yang ditutup kemarin bukan saja menunjukkan ketidaktegasan partai dalam hal penegakan etika politik, tapi juga keberpihakan partai pada Ketua Umumnya, Anas Urbaningrum.

"Rakornas lebih dari ketidaktegasan, tapi keberpihakan pada Anas. Seluruh rakornas itu diarahkan untuk memberi peluang lebih jelas pada Anas dan melindungi Anas dari serangan-serangan Nazaruddin," kata pengamat politik senior, Arbi Sanit, kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Senin, 25/7).

Arbi tidak membantah bahwa petinggi Demokrat sempat terbelah menyikapi kepemimpinan Anas. Tapi masih ada yang menginginkan Anas tetap bertahan di posisi ketua umum partai dan mencegah sekuat mungkin arus usulan Kongres Luar Biasa. Dan orang itu bukanlah Ketua Dewan Pembina Demokrat, SBY.


"Saya kira Ahmad Mubarok, karena dia anggota Dewan Pembina yang juga jadi sponsor (ketua tim sukses) Anas waktu kongres. Dia tidak akan mau kehilangan muka dan dia bisa memberikan perlindungan pada Anas di forum Dewan Kehormatan pada Anas," ujarnya.

Arbi Sanit membantah kalau dukungan bulat Rakornas pada Anas bisa diartikan Demokrat telah menahbiskan Anas Urbaningrum sebagai calon yang disiapkan untuk Pilpres 2014 sehubungan belum jelas siapa "putra-putri mahkota" Demokrat sampai sekarang.

"Kalau itu lain lagi. Anas jauh dari syarat dan tidak ada kepantasan sebagai alasan utamanya. Manuver politik Anas penuh kegagalan, yang menonjol itu waktu penggulingan angket Century. Alasan kedua, dia terbukti tak becus membentuk kabinet di partai, karena merekrut orang-orang yang yang terlibat korupsi," paparnya.

"Lagipula, seperti juga di partai lain, tidak serta merta seorang ketua umum menjadi calon presiden 2014. Di Golkar dan PDIP begitu, tidak semata-mata ketua umumnya (jadi calon)," pungkas Arbi Sanit.[ald] 

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya