RMOL. Petinju Inggris keturunan Pakistan, Amir Khan sadar betul bahwa dia akan menghadapi lawan terberat sepanjang kariernya saat menghadapi petinju Amerika Serikat, Zab Judah hari ini (Minggu, 24/7).
Dual Khan-Judah berlangsung di Mandalay Bay Hotel, Las VeÂgas, Amerika Serikat. Khan peÂmilik gelar juara dunia kelas welter WBA bernapsu mengÂgabungkan gelar tersebut dengan IBF yang dimiliki Judah.
Khan yang berusia 24 tahun itu tidak mau menganggap reÂmeh Judah, dia akan tampil hati-hati pada pertarungan nanti. Soalnya, Khan akan melawan peÂtinju dengan postur tubuh lebÂih kecil darinya. Tapi, Judah meÂmiliki pukulan dan kecepatan yang berbahaya.
Meski akan bermain hati-hati, Khan berjanji akan tetap menyuÂguhkan pertarungan yang mengÂhiÂbur untuk para fansnya. “Judah meÂrupakan lawan yang sulit diÂkaÂlahkan. Saya harus bertarung deÂngan hati-hati, dengan postur tubuh yang lebih kecil, dia cukup berbahaya,†kata Khan di
BoxingÂÂscene.com. Petinju berjulukan ‘Singa MuÂda’ itu’sesumbar akan memÂbuat lawannya berpikir untuk pensiun setelah ditaklukan oleh dirinya. “Selalu ada peluang bagi singa muda untuk datang dan saya akan merebut singgasana yang seÂkarang dikuasainya,†sesumÂbar Khan.
Pertarungan ini diharapkan berÂlangsung seru, terutama seÂtelah Khan sebelumnya bertaÂrung melawan McCloskey yang haÂsilnya tidak memuaskan April lalu. Khan di laga itu selalu meÂnang di semua ronde. Namun, pertarungan tiba-tiba di hentikan di ronde keenam setelah ada insiden tubrukan di kepala yang membuat mata McCloskey luka.
Kedua petinju saat itu meÂngaku sama- sama tak puas dengan hasil akhir pertandingan. “Tapi para fans tahu bahwa saya merupakan petinju terbaik yang suka mengambil risiko. Karena itu mereka banyak yang mengÂgemariku. Agar tidak mengeÂceÂwakan mereka, saya akan tetap berÂmain ofensif,†ujarnya.
Jika berhasil menumbangkan Judah di pertarungan nanti, Khan mengutarakan keinginannya untuk bertarung melawan petinÂju-petinju terbaik dunia seperti Kostya Tszyu, Floyd MayÂweaÂther atau Miguel Angel Cotto.
“Pound for pound. Saya telah meÂlampaui petarung Inggris lainnya dan saya rasa publik tahu itu. Menurut HBO, saya meruÂpaÂkan petinju terbaik. Paling memiliki skill dan paling meÂnaÂrik untuk disaksikan,†tuÂtur Khan.
Sementara itu, Judah tidak terlalu banyak mengumbar keleÂbihannya jelang duel tersebut. Dia justru malah memuji peÂnamÂpilan Khan yang semakin berÂsinar.
“Khan adalah petinju potenÂsial. Tapi, di ring tinju ini yang menentukan adalah pengalaman bertarung. Bagiku, dia hanya menjadi makanan penutup yang lezat untuk mengakhir makanan maÂlam,†kata Judah.
[rm]