RMOL. Sejarah baru tercipta di Copa America 2011. Laga final yang bakal digelar pada 24 Juli mendatang untuk pertama kalinya mempertemukan Uruguay dan Paraguay.
Paraguay akhirnya menyuÂsul Uruguay setelah dengan susah payah menjinakkan kuda hitam Venezuela lewat adu peÂnalti 5-3 setelah di waktu normal tak ada satu pun gol tercipta. DeÂngan demikian Venezuela hanya berebut tempat ketiga dengan Peru 23 Juli.
Setelah tidak jua tercipta gol hingga dua kali 45 menit, pertanÂdingan semifinal Copa America antara Paraguay melawan VeneÂzuela akhirnya dilanjutkan ke baÂbak extra time. Sayang memaÂsuki menit ke-103, petaka mengÂhampiri Paraguay yang harus berÂmain dengan 10 pemain seÂtelah Jonathan Santana mendaÂpatÂkan kartu merah karena meÂlakukan pelanggaran.
Laga pun berakhir 0-0 terpakÂsa dilanjutkan dengan adu penalÂti. Para eksekutor Paraguay NesÂtor Ortigoza, Lucas, Cristian RiÂveros, Osvaldo Martinez, dan VeÂÂron sukses menjalankan tuÂgasÂnya. Sedangkan Venezuela haÂnya mampu melesakkan tiga gol lewat Giancarlo MaldonaÂdo, Jose Manuel Rey dan Miku. SeÂpakan eksekutor ketiga VeneÂzuela, Franklin Lucena diblok kiper Justo Villar.
Ini jadi kemenangan kedua leÂwat adu penalti yang dibukukan Paraguay di Copa America 2011. Di babak perempat final, tim asuÂhan Gerardo Martino meÂnyingÂkirkan Brazil juga dengan berÂmaÂin imbang 0-0 selama 120 menit, lalu menang adu penalti 2-0.
La Albirroja menyandang preÂdikat raja seri alias tak pernah meÂnang dalam waktu normal di turÂnamen ini. Dalam tiga laga peÂnyisihan Grup B, Nelson HaeÂdo Valdes cs juga selalu mencatat hasil seri melawan Ekuador, Brazil dan Venezuela.
“Kami dinaungi keberuntungÂan pada beberapa hari terakhir, dan kali ini kami meraihnya lagi. Sejujurnya, kami harus berkemÂbang,†ujar Villar.
Sukses Paraguay melaju ke fiÂnal tercoreng setelah terjadi keriÂbutan antara pemain dan ofisial Paraguay dan Venezuela di pingÂgir lapangan. Kisruh yang terjadi sesaat setelah selesainya adu peÂnalti berlangsung selama bebeÂraÂpa menit. Hingga akhirnya mamÂpu diatasi pihak keamanan, dan seluruh pemain serta staf peÂlatih dipaksa segera masuk ke daÂlam ruang ganti masing-masing.
Ini kemungkinan CONMEÂBOL (Federasi Sepakbola AmeÂrika SeÂlatan) akan menjatuhi hukuÂman tegas kepada kedua piÂhak. Tentu akan menjadi keruÂgian beÂsar bagi Paraguay yang akan berÂlaga di final pada MingÂgu (24/7) mendatang.
[rm]