Berita

ilustrasi

Tidak Diperhatikan Pemerintah, Puluhan Konveksi di Tangerang Gulung Tikar

SELASA, 19 JULI 2011 | 16:37 WIB | LAPORAN:

RMOL. Secara ekonomi makro, Indonesia mungkin memang mengalami perkembangan cukup pesat dan bisa bertahan dari krisis global yang melanda beberapa negara belakangan ini. Namun dari ekonomi mikro justru mengalami problem. Ini bisa dilihat dari banyaknya usaha kecil dan menengah yang tutup akibat minimnya perhatian dari pemerintah.

Di wilayah Tangerang Selatan, misalnya di Pondok Aren dan beberapa daerah pinggiran Jakarta Selatan yang terkenal sebagai industri rumahan konveksi atau pakaian banyak yang gulung tikar. Penyebab diantaranya adalah modal macet, pemasaran produk tersendat dan mahalnya bahan baku yang harus dibeli, sementara akses modal yang ditawarkan pemerintah lewat KUR (Kredit Usaha Rakyat) tidak mudah didapat.

Tugino (34 tahun), salah satu pengusaha konveksi rumahan yang ditemui Rakyat Merdeka Online di kawasan Kampung Ceger Pondok Aren misalnya, mengeluhkan tidak adanya perhatian dari pemerintah terhadap usaha konveksi di daerahnya tersebut, sehingga usahanya yang telah berdiri 12 tahun akhirnya juga harus tutup karena kurangnya modal.


"Saya sangat kecewa dengan pemerintah yang tidak memperhatikan usaha kami yang kecil-kecil ini. Kami tidak menuntut apa-apa, minimal kami dimudahkan akses untuk mendapatkan modal usaha saja. Termasuk juga kalau bisa ada pembinaan dari koperasi atau apalah dari pemerintah ini," katanya.

Seperti diketahui, home industri konveksi yang ada di kawasan Tangerang dan Jakarta Selatan  rata-rata mempekerjakan 10 sampai 15 orang pekerja yang notabene juga pekerja berpendidikan rendah atau putus sekolah.

Selain mengeluhkan persoalan modal usaha, para pengusaha konveksi pun mempersoalkan maraknya pakai-pakaian import bekas yang banyak beredar di pasaran, sehingga produk mereka kurang laku karena kalah bersaing dari pakaian import bekas tersebut. [dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya