RMOL. NBA melakukan penghematan besar-besaran. Dalam dua hari terakhir, liga bola basket Amerika Serikat itu memecat 114 karyawannya. Jumlah tersebut mewakili 11 persen peÂkerja di kantor perwakilan NBA di New York, New Jersey dan luar negeri.
Juru bicara NBA Mike Bass mengatakan, pemecatan itu bukanlah akibat dari lockout yang tengah terjadi. Namun, tanggapan terhadap isu di NBA di mana pengeluaran lebih beÂsar dari pemasukkan.
“Pemecatan 11 persen peÂkerja di NBA merupakan upaÂya mengurangi pengeÂluaran hingga US$50 juta (seÂkitar Rp426,9 miliar) di berbaÂgai area usaha,†ujar Bass.
NBA mengaku, mengalami kerugian sebesar US$300 juta (sekitar Rp 2,6 triliun) pada muÂsim ini setelah pada musim-musim sebelumnya mengalaÂmi kerugian sebesar ratusan juta dolar akibat kesepakatan kolekÂtif yang berakhir 30 Juni lalu.
Sebelumnya, NBA juga suÂdah melakukan pengurangan karyawan sebanyak 275 orang sejak Oktober 2008, baik meÂlalui pemecatan atau membiarÂkan sebuah posisi kosong seteÂlah karyawan keluar.
Seperti diketahui, NBA telah memangkas biaya adminisÂtrasi, perjalanan dan tekonoÂloÂgi baru. NBA juga telah menuÂtup perwaÂkilan mereka di Paris dan Tokyo serta menutup stuÂdio di SecauÂcus, New Jersey yang sebelumÂnya digunakan unÂtuk menggelar pengundian draft. NBA Store di 5th AveÂnue, New York juga telah dituÂtup.
[rm]