RMOL. Anggota Komisi X DPR ZulÂfadhli berharap Ketua Umum PSSI terpilih Djohar Arifin HuÂsein mengedepankan seÂmangat rekonsiliasi dalam peÂnyuÂÂsunan kepengurusan baru.
“Sesuai dengan janjinya saat terpilih jadi Ketua Umum PSSI dalam Kongres LB PSSI di Kota Solo, 9 Juli lalu. Djohar saya minÂta untuk mengutamakan seÂmangat rekonsiliasi dalam meÂnyusun anggota ‘kabinetnya’ unÂtuk membangun persepakÂboÂÂlaÂan Indonesia yang lebih baik,†kata Zulfadhli di Gedung DPR, kemarin.
Jika kita melihat kecenderuÂngan yang terjadi saat ini, kata ZulÂfadhli, utamanya dalam meÂÂÂnenÂtukan anggota Exco PSSI, sangat terlihat personalianya diÂpenuhi orang-orang yang berÂÂasal dalam satu kelompok saja. “Itu sangat bertentangan dengan perÂnyataan Djohar,†kaÂtaÂnya.
Lebih lanjut, Ketua Pengprov PSSI Kalimantan Barat itu menÂjelaskan kemenangan yang diÂraih Djohar saat KLB di Solo bukanlah tujuan. Tetapi haÂsil kongres itu hanya titik awal melepaskan status Indonesia dari ancaman sanksi dari FIFA dan meretas jalan prestasi.
“Setelah sanksi itu bisa dihinÂdarkan, maka kerja berat untuk memajukan sepakbola Indonesia sudah di depan mata,†ujar poÂlitisi Partai Golkar itu.
Ketua umum PSSI Djohar AriÂfin telah mengumukan sejumlah staf pengurus baru. Tri Goestoro yang semÂpat menjabat Sekjen di era keÂpemimpinan Agum GuÂmelar kembali dipercaya meÂnempati posisi Sekretaris JenÂderal.
Tri dibantu oleh dua wakilÂnya, Tondo Widodo dan HadiÂyanÂÂdra. Tondo merupakan beÂkas pengurus di era Agum GuÂmelar, seÂdangkan Hadiyandra adalah SeÂkum PSSI Pengprov Jambi. Sementara jabatan BenÂdahara ditempati Zulkifli NurÂdin Tanjung.
Pengumuman sejumlah staf pengurus tersebut tidak dilakuÂkan secara bersamaan, karena, meÂnurut Djohar, pengurus PSSI yang sekarang tengah bekerja deÂngan hati-hati agar semua yang terpilih benar-benar meruÂpakan orang yang tepat.
“Komite Eksekutif berusaha melakukan yang terbaik. Pada hari keempat ini kami bergantian (datang ke kantor PSSI) karena baÂnyak sekali yang harus dikerÂjakan,†ujar Djohar.
Penunjukkan Tri sudah dipreÂdiksi sejak awal. Tri meruÂpaÂkan salah satu anggota tim sukses kelompok 78 yang menÂjadi penÂdukung Djohar-Farid Rahman. Tri sebelumnya menjaÂbat sebagai koÂordinator kelomÂpok 78 dan juru bicara pasangan George Toisutta-Arifin Panigoro.
[rm]