Berita

Olahraga

Peserta Ngeyel Bakal Diusir dari Kongres PSSI

RABU, 06 JULI 2011 | 05:45 WIB

RMOL. Komdis Disiplin (Komdis) PSSI ternyata masih aktif. Terhi­tung mulai kemarin, Komdis PSSI resmi melakukan aktivitas normal paskalengser rezim Nur­din Halid.

Tak tanggung-tanggung, Kom­­­dis langsung memberikan peri­ngatan kepada peserta Kongres PSSI yang membikin ulah di dua kongres sebelumnya. Kongres sebelumnya digelar di Riau, dan Jakarta yang berakhir deadlock.

Peringatan dari Komdis diwu­judkan dalam sebuah surat yang dikirim kepada beberapa peserta kong­res yang berulah di Jakarta lalu. Komdis berharap agar be­be­rapa peserta yang bertindak ku­rang terpuji tersebut tidak mengulangnya saat KLB PSSI yang dihelat di The Sunan Hotel, Solo, 9 Juli mendatang.


“Surat peringatan sudah diki­rim kepada beberapa peserta yang membuat kongres di Jakar­ta deadlock. Kalau tidak keliru su­rat dikirim Komdis hari ini (ke­marin),” kata salah satu ang­gota Komite Normalisasi (KN) PSSI, FX Hadi Rudyatmo.

Lebih dari lima peserta kong­res KLB PSSI mendatang yang men­dapat surat peringatan dari Kom­dis PSSI. Beberapa dian­taranya adalah Sukawi Sutarip, Usman Fakaubun, Yunus Nusi, dan Sihar Sitorus. Peringatan tersebut dida­sarkan atas rekaman video selama pelaksanaan kong­res di Jakarta beberapa waktu lalu. Dijelaskan pria yang akrab di­sapa Rudy ter­sebut, beberapa peserta ini tertang­kap basah me­lakukan penghinaan kepada Ke­tum KN PSSI, Agum Gumelar, dan menyuarakan agen­da diluar substansi sidang.

“Sejak mendapat mandat dari komisi X DPR RI, Komdis ak­hirnya bergerak dan melakukan penyidikan lewat rekaman vi­deo. Setelah ada hasil, mereka me­layangkan surat peringatan kepada peserta yang bikin ulah di kongres kemarin. Jumlahnya saya tidak tahu, tapi lebih dari lima orang,” beber Rudy.

Di samping mengirim  tegur­an, KN mengaku memiliki solusi un­tuk meminimalisir adanya gang­guan dari para peserta KLB PSSI mendatang. Sesuai kesepa­katan, KN tidak segan-segan me­ngeluar­kan peserta yang berulah saat si­dang nanti. “Seharusnya dengan surat te­guran sudah cukup. Para peserta akan kami beri kelonggaran un­tuk melakukan dua kali inte­rupsi. Tapi kalau tetap ngeyel, ya kami keluarkan,” tutur Rudy.   [rm]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

KH Sholeh Darat Diusulkan jadi Pahlawan Nasional

Senin, 30 Maret 2026 | 05:59

Pentingnya Disiplin Informasi dalam KUHP Baru

Senin, 30 Maret 2026 | 05:43

Dikenal Warga sebagai Orang Baik, Pegawai Ayam Geprek Ditemukan Tewas

Senin, 30 Maret 2026 | 05:16

Aburizal Bakrie Kenang Juwono Sudarsono sebagai Putra Terbaik Bangsa

Senin, 30 Maret 2026 | 04:57

Mitra MBG Jangan Coba-coba Markup Harga Bahan Baku

Senin, 30 Maret 2026 | 04:40

Ikrar Setia ke NKRI

Senin, 30 Maret 2026 | 04:23

Pertamina Fasilitasi Pemudik Balik ke Jakarta dengan Lancar

Senin, 30 Maret 2026 | 03:59

Merajut Hubungan Sipil-Militer

Senin, 30 Maret 2026 | 03:50

Hadapi Bulgaria, Timnas Indonesia Bakal Tertolong Dukungan Suporter

Senin, 30 Maret 2026 | 03:27

BGN Dorong Penguatan Ekosistem Peternakan Demi Serap Lapangan Kerja

Senin, 30 Maret 2026 | 02:59

Selengkapnya