RMOL. Komdis Disiplin (Komdis) PSSI ternyata masih aktif. TerhiÂtung mulai kemarin, Komdis PSSI resmi melakukan aktivitas normal paskalengser rezim NurÂdin Halid.
Tak tanggung-tanggung, KomÂÂÂdis langsung memberikan periÂngatan kepada peserta Kongres PSSI yang membikin ulah di dua kongres sebelumnya. Kongres sebelumnya digelar di Riau, dan Jakarta yang berakhir deadlock.
Peringatan dari Komdis diwuÂjudkan dalam sebuah surat yang dikirim kepada beberapa peserta kongÂres yang berulah di Jakarta lalu. Komdis berharap agar beÂbeÂrapa peserta yang bertindak kuÂrang terpuji tersebut tidak mengulangnya saat KLB PSSI yang dihelat di The Sunan Hotel, Solo, 9 Juli mendatang.
“Surat peringatan sudah dikiÂrim kepada beberapa peserta yang membuat kongres di JakarÂta deadlock. Kalau tidak keliru suÂrat dikirim Komdis hari ini (keÂmarin),†kata salah satu angÂgota Komite Normalisasi (KN) PSSI, FX Hadi Rudyatmo.
Lebih dari lima peserta kongÂres KLB PSSI mendatang yang menÂdapat surat peringatan dari KomÂdis PSSI. Beberapa dianÂtaranya adalah Sukawi Sutarip, Usman Fakaubun, Yunus Nusi, dan Sihar Sitorus. Peringatan tersebut didaÂsarkan atas rekaman video selama pelaksanaan kongÂres di Jakarta beberapa waktu lalu. Dijelaskan pria yang akrab diÂsapa Rudy terÂsebut, beberapa peserta ini tertangÂkap basah meÂlakukan penghinaan kepada KeÂtum KN PSSI, Agum Gumelar, dan menyuarakan agenÂda diluar substansi sidang.
“Sejak mendapat mandat dari komisi X DPR RI, Komdis akÂhirnya bergerak dan melakukan penyidikan lewat rekaman viÂdeo. Setelah ada hasil, mereka meÂlayangkan surat peringatan kepada peserta yang bikin ulah di kongres kemarin. Jumlahnya saya tidak tahu, tapi lebih dari lima orang,†beber Rudy.
Di samping mengirim tegurÂan, KN mengaku memiliki solusi unÂtuk meminimalisir adanya gangÂguan dari para peserta KLB PSSI mendatang. Sesuai kesepaÂkatan, KN tidak segan-segan meÂngeluarÂkan peserta yang berulah saat siÂdang nanti. “Seharusnya dengan surat teÂguran sudah cukup. Para peserta akan kami beri kelonggaran unÂtuk melakukan dua kali inteÂrupsi. Tapi kalau tetap ngeyel, ya kami keluarkan,†tutur Rudy.
[rm]